Akselerasi Inklusi Keuangan, GoPay Perluas Layanan Ke Sulsel Dan Sulbar

Selain memudahkan masyarakat untuk memenuhi kewajibannya, layanan itu membantu pemerintah memaksimalkan potensi penerimaan daerah.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  20:08 WIB
Akselerasi Inklusi Keuangan, GoPay Perluas Layanan Ke Sulsel Dan Sulbar
Seorang pelanggan menggunakan Go-Pay untuk berbelanja buah di Pasar Modern Town Market, Kota Tangerang pada Kamis (4/4/2019). - Bisnis/Leo Dwi Jatmiko

Bisnis.com, JAKARTA - GoPay memperluas penetrasi layanannya ke dua provinsi di luar Pulau Jawa, yakni Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, dalam rangka mengakselerasi proses inklusi keuangan di Indonesia.

Head of Corporate Communications GoPay Winny Triswandhani mengatakan layanan tersebut dihadirkan untuk keperluan pembayaran pajak terutama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui fitur GoBills yang tersedia di aplikasi Gojek.

Selain memudahkan masyarakat untuk memenuhi kewajibannya, dia mengatakan layanan tersebut diharapkan membantu pemerintah provinsi untuk memaksimalkan potensi penerimaan daerah.

"Inovasi ini bertujuan memudahkan masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta membantu pengumpulan pajak yang aman, efektif, dan transparan," ujar Winny kepada Bisnis, Jumat (7/2/2020).

Winny menambahkan penetrasi uang elektronik ke luar wilayah Jabodetabek diyakini akan semakin meluas tahun ini. Dengan begitu, pihaknya berharap dapat membantu peningkatan inklusi layanan jasa keuangan.

Dengan menghadirkan layanan tersebut, GoPay menjadi uang elektronik pertama yang bekerja sama dengan Bank Sulselbar untuk pembayaran PBB.

Sebelumnya, laporan e-Conomy Sea Google, Temasek, dan Bain memperkirakan nilai transaksi (GMV) atas layanan berbasis digital di wilayah rural dan kota kecil di Indonesia tumbuh 4 kali lipat di sepanjang 2019 - 2025.

Selain itu, riset yang dilakukan MDI Ventures & Mandiri Sekuritas, potensi pasar digital payment Tanah Air yang diperkirakan melonjak menjadi US$30 miliar atau setara Rp459 triliun pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uang elektronik

Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top