Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banjir Jabodetabek, Ojol Beroperasi dengan Catatan

Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (1/1/2020), menghambat berbagai macam akses, termasuk pelayanan milik perusahaan aplikasi transportasi daring.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 02 Januari 2020  |  18:41 WIB
Banjir Jabodetabek, Ojol Beroperasi dengan Catatan
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di dekat Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Kamis (11/7/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (1/1/2020), menghambat berbagai macam akses, termasuk pelayanan milik perusahaan aplikasi transportasi daring.

Dalam pernyataan resminya, Vice President Corporate Communications Gojek Kristy Nelwan mengatakan meskipun aplikasi tetap berjalan seperti biasa, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya hambatan di beberapa titik lokasi.

“Kami sampaikan bahwa aplikasi Gojek tetap beroperasi seperti biasa dengan catatan adanya kemungkinan hambatan lapangan di titik-titik lokasi yang terdampak banjir," tutur Kristy dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (2/1/2020).

Selain itu, guna memastikan keamanan dan keselamatan pelanggan dan mitra, dia menyatakan pihaknya siaga memantau serta memberikan bantuan logistik bagi para mitra yang terkena dampak bencana banjir.

Tidak hanya Gojek, perusahaan transportasi daring asal Singapura, Grab, juga tetap beroperasi selama banjir melanda Jakarta.

Terpisah, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengimbau perusahaan aplikasi transportasi daring agar tidak melakukan suspensi maupun putus kemitraan kepada para pengemudi yang tidak dapat mengambil order karena banjir.

Dia mengatakan banyak para pengemudi ojek daring yang terdampak musibah banjir meskipun baru mengetahui informasi tersebut dari media sosial dan mengaku belum memiliki data valid terkait dengan hal tersebut.

"Data valid belum ada matrikulasi jumlahnya, namun di medsos para driver sangat khawatir dengan melakukan cancel atas pertimbangan akses jalan dan keselamatan, mereka akan di putus mitra oleh aplikator," ujar Igun.

Dia pun meminta perusahaan untuk memberikan kompensasi bagi mitra pengemudi ojek daring agar dapat memilih order sesuai batas kemampuan pengemudi maupun pertimbangan dari para mitra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir Gojek grab indonesia
Editor : Lucky Leonard
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top