Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siap-siap Harbolnas 12.12, Lazada Siapkan Dana Rp12 Miliar

Platform dagang-el Asia Tenggara, Lazada, menyiapkan total Rp12 miliar dan akan mengerahkan seluruh kemampuan serta infrastruktur yang dimiliki untuk meraup pundi-pundi pada ajang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 mendatang.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  14:18 WIB
(ki-ka): SVP Traffic and Operations, Haikal Bektianggoro; Chief Costumer Experience Officer Lazada Indonesia, Ferry Kusnowo; Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Monika Rudijono. - Bisnis/Rahmad Fauzan
(ki-ka): SVP Traffic and Operations, Haikal Bektianggoro; Chief Costumer Experience Officer Lazada Indonesia, Ferry Kusnowo; Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Monika Rudijono. - Bisnis/Rahmad Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA - Platform dagang-el Asia Tenggara, Lazada, menyiapkan total Rp12 miliar dan akan mengerahkan seluruh kemampuan serta infrastruktur yang dimiliki untuk meraup pundi-pundi pada ajang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 mendatang.

Chief Costumer Experience Officer Lazada Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan Lazada menyiapkan Rp12 miliar yang dihadirkan oleh perusahaan dalam bentuk voucher yang dapat dikumpulkan oleh pengguna mulai 5 - 12 Desember 2019 dan bisa digunakan pada 12--13 Desember 2019.

"Penggunaan voucher tersebut dapat dilakukan melalui berbagai cara interaktif, termasuk melalui gim di aplikasi seperti livestream game show Guess IT King, Mojigo, dan Stamp Hut," ujar Ferry di acara konferensi media Lazada di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Adapun, selain voucher senilai Rp12 miliar, Lazada menawarkan flash sale beragam produk seharga Rp12 dan penawaran gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia.

Ferry melanjutkan, perusahaan akan mengerahkan kemampuan pada Harbolnas 12.12 dengan mengandalkan jangkauan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan 2012 lalu. Adapun, pada Harbolnas 12.12 2012, Lazada baru dapat melayani area Jakarta dan sekitarnya dengan jumlah gudang yang sangat minim, yakni 1 gudang.

Dalam penyelenggaran Harbolnas 12.12 tahun ini, Lazada dikatakan mampu menjangkau konsumen di hampir 500 kabupaten/kota di Indonesia dengan 12 gudang dan 2 pusat penyotiran.

"Saat pertama kali mengikuti Harbolnas pada 2012 silam, kami menyediakan Cash on Delivery. Sekarang kami memiliki beragam pilihan pembayaran yang lebih mudah dan aman, mulai dari dompet digital, cicilan, hingga pembayaran langsugn di kasir minimart," tutur Ferry.

Selain itu, Lazada Express, layanan kurir yang diresmikan pada 2015 lalu dengan 1 last mile hub dan jumlah kurir 700 orang, saat ini perusahaan memiliki 74 last mile hub dengan jumlah kurir lebih dari 8.000 orang.

"Tidak hanya itu, interaksi konsumen yang awalnya murni klik dan beli pada 2012, sejak 2017 konsumen bisa belanja sambil menonton tayangan livestreaming dan pada 2018 kami mengenalkan gim dalam aplikasi yang interaktif bagi konsumen," lanjut Ferry.

Pada Harbolnas 12.12 mendatang, platform yang menargetkan 300 juta pembeli pada 2030 mendatang tersebut akan menyediakan layanan pengembalian produk dalam kurun waktu 15 hari dan akan menjamin keaslian produk.

Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono berharap pada momen Harbolnas 12.12 2019, Lazada tidak hanya menyediakan barang-barang withlist akhir tahun kepada konsumen, melainkan juga membangun engagement antara penjual dan konsumen.

Sebagai informasi, festival belanja 12.12 pertama kali diselenggarakan pada 2012 di mana Lazada menjadi salah satu perintis dengan keterlibatan beberapa platform lain, seperti Zalora, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Traveloka, Luxola, Persebaya Store, dan beberapa platform dagang-el lainnya.

Saat ini, festival belanja tersebut telah melibatkan partisipasi dari hampir 300 pelaku dagang-el. Selain itu, festival belanja daring tahunan tersebut dianggap telah menjadi bagian penting dari pertumbuhan industri dagang-el yang tahun ini memiliki nilai industri sebesar US$20,9 miliar.

Dengan angka kontribusi yang besar, festival belanja daring tahunan tersebut juga dianggap menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia saat ini yang menurut laporan eConomy 2019 dari Google dan Temasek nilainya industrinya mencapai US$40 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce lazada harbolnas
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top