Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Drone Berisiko Ancam Privasi dan Keamanan, Kaspersky Luncurkan Layanan Antidrone

Kaspersky meluncurkan solusi terbaru yang dirancang untuk membantu organisasi dan pemilik properti membentengi diri dari pelanggaran tanpa izin oleh drone sipil, yakni Kaspersky Antidrone.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 15 November 2019  |  15:05 WIB
Ilustrasi-drone - Hackerthings
Ilustrasi-drone - Hackerthings

Bisnis.com, JAKARTA - Kaspersky meluncurkan solusi terbaru yang dirancang untuk membantu organisasi dan pemilik properti membentengi diri dari pelanggaran tanpa izin oleh drone sipil, yakni Kaspersky Antidrone.

Melalui kombinasi canggih dari beberapa sensor, termasuk pendekatan terbaru yang ditemukan oleh perusahaan dalam melakukan pendeteksian drone melalui pemindaian laser serta teknologi pembelajaran mesin, Kaspersky Antidrone dapat secara otomatis mengenali, mengidentifikasi dan menghalang drone sipil memasuki area terbatas tanpa merusak perangkat.

Adapun, adopsi massal teknologi baru yang dikini marak dilakukan dinilai dapat dipengaruhi oleh konotasi negatif yang sering dikaitkan dengan drone.

Bahkan, penelitian terbaru di Inggris menemukan bahwa hanya 31% responden yang mengaku merespon positif terhadap kehadiran drone. Dikutip dari keterangan resmi Kaspersky, persepsi tersebut sebagian besar didorong oleh kasus-kasus penggunaan drone yang tidak sesuai atau ilegal.

Dengan perangkat lunak Kaspersky Antidrone, pekerjaan beberapa modul perangkat keras yang disediakan oleh para mitra dikoordinasikan dan drone dapat dibedakan dari objek lain.

Modul deteksi utama mencari drone menggunakan kamera video yang dikombinasikan dengan sensor radar, LIDAR, dan audio - tergantung pada lingkungan dan kebutuhan pelanggan. 

Menggunakan pemindai laser untuk menentukan posisi drone adalah keunikan tersendiri untuk solusi Kaspersky dan belum pernah diterapkan pada area ini sebelumnya.

Ketika objek bergerak terdeteksi di langit, koordinatnya akan ditransmisikan ke sebuah server, yang kemudian mengirimkannya ke unit khusus. Sesuai dengan data dari modul deteksi primer, unit ini berputar ke arah objek, melacaknya dan kemudian kamera akan memperbesarnya. 

Pada saat yang sama, jaringan neural dilatih untuk mengidentifikasi drone di antara benda bergerak lainnya dan menganalisis objek pada video.

Jika ditemukan sebagai drone, server mengirim perintah ke modul khusus untuk menghentikan komunikasi antara perangkat dan pengontrolnya. Akibatnya, drone tersebut dapat terbang kembali ke tempat lepas landas asal atau mendarat di lokasi saat ia kehilangan sinyal dengan pengontrol. Ini berarti bahwa perangkat tidak akan rusak, karena tidak terjadi kontak fisik atau serangan terhadap drone.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Drone
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top