Menristek Bambang Brodjonegoro: Awal 2020, Indonesia Punya 7 Unikorn

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro optimistis Indonesia mampu melahirkan 2 perusahaan rintisan kelas unikorn baru hingga akhir tahun ini. 
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 07 November 2019  |  19:45 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro: Awal 2020, Indonesia Punya 7 Unikorn
Startup - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro optimistis Indonesia mampu melahirkan 2 perusahaan rintisan kelas unikorn baru hingga akhir tahun ini. 

Penambahan 2 perusahaan rintisan (startup) skala unikorn tersebut akan melengkapi 5 perusahaan rintisan unikorn yang telah ada saat ini, yakni; Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Ovo, dan Gojek. Salah satu di antara unikorn eksisting tersebut, yakni Gojek, memiliki valuasi di atas US$10 miliar dan berstatus sebagai decakorn.

Dengan memiliki 5 perusahaan rintisan skala unikorn, Indonesia menjadi negara dengan unikorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesian masuk dalam jajaran 10 negara dengan unikorn terbanyak di dunia.

"Saya optimistis ekonomi digital Indonesia [akan] makin baik. Ekonomi digital kita ini perubahannya luar biasa pesat. Saat ini officially unikornnya 5 [perusahaan] dan berpotensi nambah 2 lagi akhir tahun ini. Jadi, mudah-mudahan memasuki 2020, unikorn kita bisa 7 [perusahaan]," ujar Bambang saat memberikan sambutan dalam Indonesia Businessnews Award (IBA) 2019, seperti dikutip dari  siaran pers, Kamis (7/11/2019).

Bambang menambahkan fenomena digital global saat ini membawa perubahan yang sangat radikal bagi dunia usaha. Dengan demikian, dia berharap teknologi digital dapat diterapkan sepenuhnya pada seluruh rantai nilai industri, sehingga melahirkan proses bisnis baru yang berbasis digital untuk meningkatkan produktivitas industri dan menghasilkan produk berkualitas.

Lebih lanjut, dia menjabarkan saat ini tantangan bagi tiap pemimpin perusahaan adalah memastikan semua karyawan, baik di level manajerial maupun operasional, untuk selalu beradaptasi dengan teknologi digital dan teknologi maju lainnya.

Sementara itu, CEO IBA 2019 Irnanda Laksanawan mengatakan penyelenggaraan IBA merupakan respons atas perubahan lanskap bisnis di tingkat global khususnya yang disebabkan oleh disrupsi teknologi yang kemudian mendorong disrupsi ekonomi.

"Untuk profiling perusahaan-perusahaan Indonesia seberapa siap menghadapi perubahan tren bisnis global tersebut, serta melihat tantangan dan peluang yang muncul maka kami mengadakan IBA 2019," katanya.

Terdapat ada enam kategori penghargaan dalam IBA 2019 yaitu the Best Vision and Mission, the Best Growth Strategy, the Best Human Capital, the Best Innovation and Business Transformation, the Best Corporate Performance dan the Best CEO. Sebanyak 37 perusahaan, satu kementerian dan satu lembaga pemerintah mendapat penghargaan ajang IBA 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Unicorn, StartUp, kemenristek, bambang brodjonegoro

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top