Ternyata, UKM Online Andalkan Ini untuk Jual Produknya!

Tren pemakaian WhatsApp menandai adanya perubahan perilaku dalam berbisnis di era digital, khususnya perilaku pelaku usaha berbasis daring di segmen UKM.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  15:29 WIB
Ternyata, UKM Online Andalkan Ini untuk Jual Produknya!
Co-Founder Paxel Bryant Christanto (kiri ke kanan), Senior Analyst Provetics Smita Sjahputri, Pendiri Usaha Kuliner mamasakan Gabriella Citra dan COO Paxel Zaldy Ilham Masita. BISNIS - Rahmad Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku usaha kecil menengah berbasis dalam jaringan di Tanah Air kini lebih banyak mengandalkan WhatsApp dibandingkan situs dagang-el dalam memasarkan produk andalannya.

Merujuk hasil survei Paxel bekerja sama dengan Provetics berjudul Paxel Buy & Send Insights, secara berurutan platform yang paling sering digunakan pelaku UKM dalam jaringan (daring) sebagai media berjualan adalah WhatsApp (84 persen), Instagram (81 persen), Shopee (53 persen), Facebook (36 persen),Tokopedia (29 persen), dan Bukalapak (18 persen).

Chief Operating Officer Paxel Zaldy Ilham Masita mengatakan tren tersebut menandai adanya perubahan perilaku dalam berbisnis di era digital, khususnya perilaku pelaku usaha berbasis daring di segmen UKM.

"Ada perubahan behavior dari UKM-UKM. Data Bank Indonesia menyebut ada kenaikan bisnis online 150%, tapi [itu] hanya e-commerce, yang di medsos belum pernah disurvei. Makanya, hasil survei ini adalah suatu fenomena baru," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/9/2019).

Selain itu, sebanyak 87 persen dari pelaku usaha daring berbasis UKM menggunakan lebih dari satu platform untuk memasarkan barang dagangannya. 

Survei yang sama juga menunjukkan pelaku usaha daring segmen UKM di Indonesia semakin mengandalkan jasa logistik same day delivery. Adapun, sebanyak 36 persen penjual daring merasa kecepatan pengiriman barang lebih penting dibandingkan dengan ongkos kirim yang murah.

Senior Analyst Provetics Smita Sjahputri mengatakan, 97 persen para pelaku usaha daring mengalami peningkatan volume pengiriman barang dagangan setelah menggunakan jasa same day delivery.

Dia melanjutkan, sebanyak 75 persen penjual daring segmen UKM di Indonesia menggunakan jasa logistik same day delivery Paxel, diikuti ojek daring sebanyak 25 persen.

"Jangkauan pengiriman barang same day delivery yang bisa menjangkau antarkota menjadi alasan utama, diikuti dengan jelasnya waktu penjemputan, baru kemudian dengan ongkos kirim yang masuk akal," ujar Smita.

Hasil survei yang sama juga menemukan bahwa kepemilikan toko fisik tidak lagi relevan. Adapun, sebanyak 83 persen dari penjual daring tidak memiliki toko fisik sebagai tempat berjualan dan sebanyak 14 persen penjual yang berjualan menggunakan toko fisik telah beralih sepenuhnya ke toko daring.

"Alasan utamanya adalah berjualan online mendatangkan pemasukan lebih tinggi, sesuai dengan perkembangan zaman, dapat menekan biaya overhead, dan merasa berjualan offline lebih menyulitkan. Bahkan, 66 persen penjual online merasa pendapatan dari berjualan online sudah lebih tinggi daripada ketika dulu berjualan lewat toko fisik," imbuh Smita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
belanja online, startup

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top