Soal Perluasan Ganjil-Genap di Jakarta, Startup Logistik Paxel Tak Keberatan  

Paxel, startup logistik berbasis teknologi pelopor same day delivery antar kota antar provinsi, merasa tidak keberatan dengan rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk memperluas jalur dan menambah jam ganjil-genap di Jakarta.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  18:47 WIB
Soal Perluasan Ganjil-Genap di Jakarta, Startup Logistik Paxel Tak Keberatan  
Sistem ganjil genap mulai diterapkan mulai hari ini Minggu (7/10/2018) pada sejumlah simpang jalan di Bali selama Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018. - Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, JAKARTA —  Paxel, startup logistik berbasis teknologi pelopor same day delivery antar kota antar provinsi, merasa tidak keberatan dengan rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk memperluas jalur dan menambah jam ganjil-genap di Jakarta.

Executive Advisor Pacel Djohari Zein menilai perluasan jalur dan penambahan jam ganjil genap Jakarta tidak akan berpengaruh banyak pada bisnis logistik Paxel, karena perusahaan menggunakan proses bisnis yang berbeda dari kebanyakan perusahaan logistik di Indonesia.

Sebaliknya, dia justru menganggap rencana perluasan ganjil genap Jakarta kali ini, sebagai momentum yang baik bagi perusahaan logistik untuk menyesuaikan diri.

Dia menjelaskan, Paxel menggunakan sistem pengiriman estafet, mengkombinasikan kurir bersepeda motor- smart locker dan algoritma, memungkinkan pengiriman barang lewat Paxel tiba di hari yang sama untuk tujuan antar kota bahkan antar provinsi.

Dengan sistem estafet, happiness hero (kurir) Paxel menempuh jarak 70% lebih pendek dibanding model logistik on demand delivery dan model kurir konvensional, sehingga secara signifikan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak, dan lebih sedikit kontribusinya pada polusi di Jakarta.

  “Sudah puluhan tahun perusahaan logistik tidak berubah, bertahan dengan proses bisnis yang sama. Padahal dunia berubah cepat dengan adanya e-commerce dan digitalisasi dimana-mana. Paxel melihat perluasan ganjil genap ini justru menjadi kesempatan bagi perusahaan logistik untuk membuat terobosan dan inovasi, seperti yang sudah Paxel lakukan dalam tiga tahun terakhir” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (13/8/2019).

Meski tidak keberatan, dia menambahkan bukan berarti Paxel tidak terpengaruh sama sekali oleh perluasan ganjil genap Jakarta. Paxel harus menyewa armada mobil dua kali lipat lebih banyak untuk mendukung mobilitas paket antarkantor cabang.

“Kali ini Paxel tidak terlalu terpengaruh. Hanya saja, kalau pemprov DKI Jakarta punya rencana menerapkan ganjil genap untuk sepeda motor, ada baiknya dengarkan dulu perspektif dari perusahaan logistik. Karena yang paling banyak terimbas kalau ganjil genap sepeda motor diberlakukan bukan perusahaan, tapi kurir,” kata Zaldy Ilham Masita, COO Paxel.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top