LAPORAN DARI CHINA: Huawei Bidik Pasar Komputadi Statistik Berbasis AI

Perusahaan penyedia infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, Huawei Technologies Co. Ltd., memprediksi komputasi statistik berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bakal menjadi pasar potensial yang akan digunakan oleh 80% kegiatan komputasi dalam 5 tahun ke depan.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 18 September 2019  |  10:22 WIB
LAPORAN DARI CHINA: Huawei Bidik Pasar Komputadi Statistik Berbasis AI
Ilustrasi logo Huawei. - REUTERS/Chris Wattie

Bisnis.com, SHANGHAI -- Perusahaan penyedia infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, Huawei Technologies Co. Ltd., memprediksi komputasi statistik berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bakal menjadi pasar potensial yang akan digunakan oleh 80% kegiatan komputasi dalam 5 tahun ke depan.

“Makin tinggi tantangan komputasi di industri, maka peluangnya juga makin besar. Pasar komputasi masa depan ini bernilai lebih dari US$2 triliun, sebuah pasar yang sangat besar dan luas. Kami akan menerapkan strategi investasi yang akan berfokus kepada empat area,” kata Deputy Chairman Huawei Ken Hu dalam sesi keynote Huawei Connect 2019 di Shanghai, Rabu (18/9/2019).

Strategi yang pertama, kata Ken Hu, adalah inovasi arsitektur komputasi. Tahun lalu Huawei meluncurkan arsitektur Da Vinci yang dirancang khusus untuk menyediakan kebutuhan komputasi yang mumpuni dan stabil. “Huawei akan terus berinvestasi di riset dasar,” sebutnya.

Kedua, investasi prosesor yang mendukung berbagai skenario. Saat ini Huawei telah memiliki jajaran prosesor lengkap, mulai dari prosesor seri Kunpeng untuk komputasi umum, prosesor Ascend yang khusus untuk kecerdasan buatan (AI), prosesor Kirin untuk perangkat cerdas seperti ponsel, serta prosesor Honghu untuk layar cerdas.

“Strategi ketiga adalah menerapkan batasan bisnis yang jelas, Huawei tidak akan menjual prosesor secara langsung, tetapi kami akan menawarkannya dalam bentuk layanan komputasi awan, sementara untuk mitra dalam bentuk komponen, sehingga dukungan yang diberikan bersifat terintegrasi,” kata Ken Hu.

Selanjutnya adalah membangun ekosistem terbuka.

“Dalam 5 tahun ke depan, Huawei akan menginvestasikan sedikitnya US$1,5 miliar untuk program developer guna mendukung lebih dari 5 juta pengembang dan mitra Huawei di seluruh dunia dalam menciptakan berbagai inovasi aplikasi dan solusi masa depan," katanya.

Dalam pergelaran Huawei Connect 2019, Huawei juga mengumumkan Atlas 900, produk training cluster berbasis AI tercepat di dunia. Atlas 900 disasar untuk penggunaan AI dalam berbagai bidang seperti riset keilmuan dan inovasi bisnis.

“Dalam era eksplorasi yang baru ini, tidak cukup satu kapal untuk mengarungi samudera yang menawarkan potensi begitu luas. Kami luncurkan ribuan kapal pada hari ini, mari kita semua bekerja sama untuk mengambil peluang satu kali dalam sejarah ini untuk mendorong dunia intelligence kea rah yang lebih baik,” kata Ken Hu.

Huawei Connect 2019 digelar pada 18--20 September 2019 di Shanghai yang merupakan ajang tahunan berskala global yang diselenggarakan Huawei bagi industri TIK.

Tahun ini, Huawei mengusung tema Advance Intelligence dengan tujuan untuk mendorong kolaborasi dan kerja sama dalam menghadapi dunia cerdas di masa depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
huawei, inovasi teknologi, kecerdasan buatan (AI)

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top