Rudiantara : Akses Internet Papua Dibuka 5 September dengan Catatan

Pembukaan Pembatasan akses telekomunikasi di Jayapura akan dilakukan secara bertahap mulai 5 September 2019 dengan catatan situasi di Bumi Cendrawasih bisa dipastikan benar-benar kondusif.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 03 September 2019  |  22:50 WIB
Rudiantara : Akses Internet Papua Dibuka 5 September dengan Catatan
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pembukaan Pembatasan akses telekomunikasi di Jayapura akan dilakukan secara bertahap mulai 5 September 2019 dengan catatan situasi di Bumi Cendrawasih bisa dipastikan benar-benar kondusif.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan dibukanya kembali akses tersebut akan dilakukan secara bertahap di mana operator akan menurunkan level pembatasan dari provinsi menjadi kabupaten/kota.

"Artinya, seluruh layanan telekomunikasi kabupaten/kota bisa diaktifkan kembali," ujar Rudiantara seusai forum pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di gedung Kemenkominfo, Selasa (3/9/2019).

Adapun, saat ini pihak Kemenkominfo dikatakan masih melakukan koordinasi dengan tim yang berada di Jayapura dan daftar-daftar kabupaten/kota yang akan dibuka akses telekomunikasinya kemungkinan akan dirilis ke publik besok, Rabu (4/9).

Dalam membuka akses internet, pemerintah mengatakan hal tersebut baru akan dilakukan terhadap separuh dari 29 kabupaten/kota di Papua terlebih dulu.

Adapun, jika situasi kondusif, secara teknis pembukaan akses informasi di wilayah-wilayah tersebut bisa dilakukan hanya dalam waktu 3 jam.

Rudiantara menambahkan, sampai dengan Senin (2/9), pemerintah menemukan 550.000 kanal di internet yang digunakan untuk menyebarkan hoaks, dengan jumlah akun asli sebanyak 100.000 akun, di mana Twitter menjadi arena yang paling banyak digunakan.

Dia menambahkan, sebagian dari kanal-kanal tersebut berasal dari luar negeri, dan Kemenkominfo mencatat terdapat lebih 20 negara yang namanya disebutkan di dalam mention konten negatif yang tersebar. Namun, lanjutnya, konten negatif justru paling banyak berasal dari dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, rudiantara

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top