Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tengkorak Leluhur Tertua Manusia Berusia 3,8 Juta Tahun Ditemukan

Tengkorak spesies tertua yang ada pada tahapan evolusi manusia akhirnya ditemukan dengan penemuan fosil berusia 3,8 juta tahun di Ethiopia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 31 Agustus 2019  |  10:33 WIB
Tengkorak berusia 3,8 juta tahun - Sumber: The Guardian
Tengkorak berusia 3,8 juta tahun - Sumber: The Guardian

Bisnis.com, JAKARTA - Tengkorak spesies tertua yang ada pada tahapan evolusi manusia akhirnya ditemukan dengan penemuan fosil berusia 3,8 juta tahun di Ethiopia.

Fosil tersebut merupakan spesies hominim kuno australopithecus anamensis yang diyakini sebagai nenek moyang langsung dari spesies Lucy (Australopithecus afarensis) yang terkenal itu. Lucy merupakan wujud evolusi manusia dengan anatomi tubuh yang sudah berjalan menggunakan dua kaki tetapi masih memiliki wajah seperti kera.

Dalam catatan evolusi manusia sebelumnya, pendahulu sebelum Lucy masih menjadi bayang-bayang karena hanya ditemukan segelintir bagian tubuh saja sehingga sulit direkonstruksikan penampilan dan aktivitasnya.

Akan tetapi, penemuan spesimen terbaru dari tengkorak pria dewasa yang sangat lengkap bernama MRD memberikan dampak yang signifikan dalam pengetahuan tentang rantai evolusi manusia.

Profesor Fred Spoor dari Natural History Museum, London mengatakan penemuan MRD akan secara substansial memengaruhi pemikiran pada pohon evolusi awal, “Tengkorak ini tampaknya akan menjadi ikon evolusi manusia yang terkenal,” katanya seperti dikutip The Guardian, abut (31/8/2019).

Tengkorak yang ditemukan menunjukkan bahwa MRD memiliki otak yang kecil, sekitar seperempat ukuran manusia. Gigi taringnya lebih kecil daripada yang terlihat pada fosil awal dan sudah mengembangkan ragang yang kuat untuk mengunyah makanan yang cukup keras.

Penemuan lain yang terungkap adalah bahwa anamensis dan spesies turunannya Lucy hidup berdampingan selama setidaknya 100.000 tahun.

Hal tersebut menentang gagasan lama tentang evolusi linear yang mengungkapkan satu spesies akan menghilang dan digantikan oleh spesies yang lebih baru. Sementara dari segitu usia, MRD di perkirakan hidup sekitar 3,8 juta tahun yang lalu.

Afarensis dalam catatan fosil berusia setidaknya 3 juta tahun lalu sering kali diajukan sebagai kandidat tertua garis keturunan Homo yang merupakan nenek moyang manusia modern saat ini. Akan tetapi, penemuan terbaru MRD menjadikan hipotesis tersebut tidak pasti.

Spoor menggambarkan MRD dari anamensis sebagai spesies tertua yang diketahui dengan jelas merupakan bagian dari pohon evolusi manusia yang ada saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manusia teori evolusi fosil
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top