Pemindahan Ibu Kota Ciptakan Peluang Baru bagi Industri Telekomunikasi

Pemindahan ibu kota ke Kalimantan diyakini akan mendorong penggelaran jaringan telekomunikasi oleh operator. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  13:24 WIB
Pemindahan Ibu Kota Ciptakan Peluang Baru bagi Industri Telekomunikasi
Petugas teknisi XL memeriksa perangkat jaringan BTS 4G di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/6). - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA — Pemindahan ibu kota ke Kalimantan diyakini akan mendorong penggelaran jaringan telekomunikasi oleh operator. 

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza menilai saat ini infrastruktur telekomunikasi di Kalimatan Timur masih minim.

Dia berpendapat adanya rencana pemindahan ibu kota, akan mendorong pembangunan infrastruktur telekomunikasi, salah satunya melalui Palapa Ring.

“Karena ini merupakan perencanaan dari awal, maka penggelaran infrastruktur harus dapat lebih baik dikelola agar seluruh penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi dapat co exist melayani ibu kota baru nanti,” kata Jamal kepada Bisnis.com, Selasa (27/8/2019).

Jamal menambahkan rencana pemindahan juga akan memicu para operator untuk membangun jaringan baru. Pemindahan ibu kota, sambungnya, merupakan peluang seiring dengan adanya aktifitas baru khususnya di pemerintahan.

“Para operator akan melihat ini sebagai potensi pendapatan dan mereka akan melakukan penggelaran infrastruktur baru,” kata Jamal.

Tidak hanya itu, mengenai konsep Smart City atau kota pintar, Jamal menilai peluang tersebut dapat terjadi. Sebagai area baru yang akan didesain hampir dari nol, maka teknologi-teknologi ini dapat diimplementasikan dengan tujuan untuk membuat kehidupan warga nya lebih mudah dan nyaman.

“Tantangan utama paling besar tentu saja adalah menyediakan konektifitas berpita lebar,” kata Jamal.

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kristiono berpendapat desain sebuah ibu kota baru dapat dilakukan mengingat kendala yang dihadapi relatif sedikit di ibu kota baru.

Kristiono mengatakan modernitas perilaku kehidupan sosial kemasyarakatan dapat terwujud di ibu kota baru.

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top