Berbekal Pengalaman, Alibaba Cloud Optimistis Incar 2.000 Pengguna di Indonesia

Alibaba Cloud Indonesia, perusahaan penyedia layanan komputasi awan asal China, menargetkan menggaet 2.000 korporasi pengguna pada 2020.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  07:20 WIB
Berbekal Pengalaman, Alibaba Cloud Optimistis Incar 2.000 Pengguna di Indonesia
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kanan) berbincang dengan Alibaba Cloud General Manager of Singapore and Indonesia Leon Chen, di sela-sela acara Hello Indonesia 2019, di Jakarta, Rabu (9/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA —  Alibaba Cloud Indonesia, perusahaan penyedia layanan komputasi awan asal China, menargetkan menggaet 2.000 korporasi pengguna pada 2020.

General Manager Alibaba Cloud Indonesia, Leon Chen mengatakan Alibaba Cloud berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia.  Dia mengatakan perseroan menargetkan telah menjalin kerja sama dengan 2.000 pelaku bisnis korporasi pada tahun depan, termasuk perusahaan rintisan.

Dia optimistis dapat mencapai target tersebut karena Alibaba adalah satu-satunya penyedia layanan komputasi awan publik dengan skala global yang mengoperasikan dua pangkalan data di Indonesia.

Di samping itu, lanjutnya, pengalaman Alibaba di Indonesia yang hampir 4 tahun serta tim lokal berkualitas yang dimiliki, menambahkan keyakinan bahwa mereka dapat mengejar target tersebut.

Chen mengatakan, untuk mengejar target tersebut, salah satu strategi Alibaba Cloud adalah dengan memasang harga yang efektif. Alibaba Cloud juga akan berinvestasi di Indonesia khusus pada riset dan pelatihan pengembang lokal. “Guna memberikan dampak nyata, kami menargetkan pelatihan untuk 1.000 developers setiap tahun,” kata Chen.

Dia mengatakan, pelatihan diperuntukan bagi semua kalangan, tidak hanya pengembang. Pelatihan dilakukan secara luring dan daring. Bagi peserta yang telah lulus pelatihan akan diberi sertifikat.  

Selain menggelar pelatihan, sambungnya, perseroan juga akan terus menggenjot kerja sama dengan partner lokal. Saat ini, Alibaba Cloud telah bekerja sama dengan 20 partner dan akan terus berkembang.

Chen menyampaikan, hingga saat ini, perseroan juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan seperti, MNC di bidang media, JNE di bidang logisitik, Adira di bidang asuransi, dan Ruangguru, dan Tokopedia untuk perusahaan rintisan. 

Penetrasi Internet

Sementara itu, President of Alibaba Cloud Intelligence International, Selina Yuan mengatakan Indonesia merupakan pasar yang penting, terlihat dari penetrasi internet yang tumbuh pesat.

Mengenai regulasi yang terdapat di Indonesia, Yuan mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah cukup terbuka terhadap perkembangan bisnis komputasi awan.

Dia melihat dengan usia bisnis komputasi awan yang masih belia di Indonesia dan dukungan regulasi, pasar komputasi awan masih terbuka luas. Selain itu, Yuan berpendapat bahwa Indonesia merupakan pasar yang aktif dan terbuka terhadap digitalisasi.  

“Alibaba mau bekerja sama dan patuh pada peraturan yang terdapat di Indonesia.”

Alibaba Cloud telah melayani 19 wilayah regional dengan 56 zona ketersediaan secara global dan dinobatkan Gartner sebagai enyedia layanan komputasi awan publik nomor satu di Asia Pasifik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alibaba

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top