Softbank Suntik Grab US$2 Miliar, masih Ada Dana US$106 Miliar. Siapa Berminat?

Potensi bisnis perusahaan teknologi di dalam negeri yang begitu besar, mendorong Softbank Group mengalokasikan dana khusus bagi Grab untuk menggarap pasar Indonesia. Targetnya, Grab Indonesia menjadi unicorn kelima di Tanah Air.
Deandra Syarizka & Yodie Hardiyan
Deandra Syarizka & Yodie Hardiyan - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  12:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Potensi bisnis perusahaan teknologi di dalam negeri yang begitu besar, mendorong Softbank Group mengalokasikan dana khusus bagi Grab untuk menggarap pasar Indonesia. Targetnya, Grab Indonesia menjadi unicorn kelima di Tanah Air.

Ekspansi investasi Softbank di Indonesia menjadi topik headline koran cetak Bisnis Indonesia edisi Selasa (30/7/2019). Berikut laporannya.

Keseriusan itu ditunjukkan melalui kedatangan CEO Softbank Group Ma­sayoshi Son di Indonesia, Senin (29/7).

Didampingi oleh CEO Grab Anthony Tan dan Direktur Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, serta CEO Tokopedia William Tanuwijaya, Son bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

Indonesia adalah negara pertama yang dikunjungi Son setelah mengumumkan rencana penghimpunan dana kelolaan tahap kedua sebesar US$108 miliar pada akhir pekan lalu.

Sebelumnya Softbank telah meng­him­pun dana kelolaan tahap pertama sebesar US$97 miliar. Jika target penghimpunan dana kelolaan tahap kedua terealisasi, hal tersebut akan semakin mengukuhkan posisi Softbank sebagai investor teknologi terbesar di dunia.

Pada tahap awal, Softbank berkomit­men menggelontorkan dana senilai US$2 miliar melalui Grab Indonesia. Dana itu baru 1,9% dari target penghipunan dana sebesar US$108 Miliar tersebut.

Dana tersebut, menurut Son, akan digunakan salah satunya untuk mem­bangun kantor pusat kedua di Tanah Air. Saat ini, kantor pusat Grab berada di Singapura.

“Kami ingin menjadikan Grab Indo­nesia sebagai unicorn [perusahaan rintisan dengan valuasi US$1 miliar] kelima [di Indonesia],” ujarnya.

Menurutnya, kantor pusat kedua yang akan dibangun di Jakarta itu akan menjadi tempat bagi penelitian dan pengembangan Grab. Selain itu, kantor ini akan menjadi pusat bisnis GrabFood.

“Sektor teknologi Indonesia memiliki potensi besar. Saya sangat senang berinvestasi bagi masa depan Indonesia melalui Grab,” ujar Son.

Presiden Direktur Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menuturkan, rencana pembangunan kantor pusat kedua merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Grab di Indonesia.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengung­kapkan dalam pertemuan dengan Presiden, pemerintah juga meminta SoftBank terlibat dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia melalui Grab.

”Ekosistem yang dibangun, mulai dari pembangunan baterai litium sampai sepeda motor, bus, sampai kepada kendaraan listrik, hingga stasiun pengisian listrik.”

Di Indonesia, dua portofolio utama Softbank adalah Tokopedia dan Grab. Kedua perusahaan tersebut juga berkolaborasi sebagai investor perusahaan teknologi pembayaran, Ovo. Softbank berinvestasi melalui dana kelolaan senilai US$200 juta bernama EV Growth, yang dibentuk oleh East Ventures, Sinarmas Group, dan Yahoo Japan.

PASAR TERBESAR

Partner di East Ventures Willson Cuaca mengatakan, Indonesia merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara dan pasar terbesar keempat di dunia.

“Investor harus masuk sekarang sebelum jendela kesempatannya tertutup. Tanpa Indonesia, enggak ada yang bisa menjadi unicorn.”

Dia memperkirakan, selama Januari—Juni 2019, investasi yang masuk ke perusahaan berbasis digital di Indonesia sudah melebihi US$541 juta. Proyeksi tersebut tidak termasuk pendanaan ke perusahaan teknologi yang memutuskan untuk tidak memublikasikan nilai investasi yang dikantongi.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani menilai, komitmen investasi Softbank senilai US$2 miliar ke Grab Indonesia me­nunjukkan keper­ca­yaan dan ke­­seriusan in­vestor asing ter­hadap in­dustri digital di Tanah Air.

Menurutnya, mo­mentum ini seharusnya juga dapat di­man­faatkan oleh per­usahaan modal ventura di Tanah Air untuk ber­partisipasi dalam pendanaan tersebut.

“Menurut kami, akan jauh lebih baik bila pendanaan tersebut disalurkan melalui struktur pendanaan tersendiri yang terdiri atas 85% investasi asing dan 15% dari lokal.”

Edward me­­­nilai, ren­ca­na Soft­bank yang akan me­ngem­bangkan jaringan trans­­portasi perkotaan ber­basis ken­daraan listrik dan energi terbarukan melalui Grab Indonesia akan membuat persaingan antarplatform kian menarik. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, softbank, grab indonesia, Unicorn

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top