Per Agustus, BitCar Siap Ramaikan Bisnis Transportasi Online di Indonesia

BitCar, aplikasi transportasi daring asal Malaysia yang resmi diluncurkan pada 27 Juli 2019, bakal beroperasi di Indonesia mulai Agustus 2019.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  20:23 WIB
Per Agustus, BitCar Siap Ramaikan Bisnis Transportasi Online di Indonesia
BitCar app.

Bisnis.com, JAKARTA -- BitCar, aplikasi transportasi daring asal Malaysia yang resmi diluncurkan pada 27 Juli 2019, bakal beroperasi di Indonesia mulai Agustus tahun ini.

Dirut BitCar Indonesia Christiansen mengatakan awal Agustus 2019 perusahaan akan mengundang pengemudi yang sudah mendaftarkan diri untuk melakukan verifikasi data. Proses sosialisasi sendiri telah dilakukan perusahaan sejak awal Juli 2019.

Saat ini, aplikasi transportasi daring yang dikelola oleh BitCar bersama-sama dengan Asosiasi Driver Online (ADO) Indonesia tersebut telah memiliki 1.000 pengemudi yang siap beroperasi pada Agustus mendatang.

"Kami mulai di Jabodetabek dan Medan pada Agustus [2019], serta di Surabaya pada September [2019]," kata Christiansen kepada Bisnis.com, Senin (29/7/2019).

Terobosan dilakukan oleh perusahaan dengan menyerahkan pengelolaan manajemen aplikasi sepenuhnya kepada sebagian besar pengemudi. Metode tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pengemudi transportasi daring yang biasa terjadi selama ini.

Perusahaan juga menawarkan berbagai macam bentuk keuntungan sebagai bagian dari strategi awal ekspansinya di Indonesia, beberapa di antaranya adalah dengan menghadirkan sistem referral dan promo-promo tarif.

Dengan menggunakan sistem referral, BitCar nantinya akan memberikan keuntungan kepada masyarakat yang mempromosikan aplikasi Bitcar, baik itu kepada pengguna maupun pengemudi.

"Misalnya, seorang pengguna mengirimkan link untuk mengunduh aplikasi BitCar user kepada pengguna lainnya. Bila pengguna yang menerima link mengunduh aplikasi melaui link yang diterimanya, maka setiap kali pengguna tersebut menggunakan BitCar, pihak pemberi link akan mendapatkan 1% dari tarif yang dibayarkan," papar Christiansen menjelaskan sistem referral tersebut.
BitCar Indonesia mengusung dua konsep, yakni Fun Ridding dan Fun Driving. Konsep Fun Ridding lebih mengutamakan kenyamanan, ketepatan waktu, pengemudi dengan Kecakapan komunikasi yang baik, profesionalitas dan keceriaan, keramahan, kebersihan, serta kerapian. 
Sementara konsep Fun Driving ialah konsep mengenai tarif yang diharapkan menguntungkan semua pihak dan kemudahan serta kecepatan dalam pengunaan aplikasi Bitcar. Bagi pengemudi daring, pihak BitCar Indonesia berupaya memberikan jam kerja yang layak dan manusiawi serta menunjang peningkatan pendapatan untuk menyejahterakan keluarga pengemudi.

Peresmian kantor pusat dan pengenalan layanan aplikasi digital BitCar di Kawasan bisnis Central Park, Jakarta Barat pada tanggal 27 Juli 2019 ini merupakan titik awal bagi bisnis transportasi di Indonesia agar dapat menjadi saling menguntungkan antara pihak pengemudi online dan penumpang.

Layanan aplikasi digital BitCar ini dapat di unduh di Internet. Aplikasi ini  fitur-fitur pilihan kendaraan bagi penumpang.

"Aplikasi Bitcar ini berasal dan dikelola oleh pengemudi online, jadi pastinya layanan aplikasi ini pasti memberikan solusi yang bisa dinikmati oleh penumpang dan pengemudi online," tandasnya.

Lebih lanjut Christiansen mengutarakan kehadiran layanan aplikasi digital BitCar Indonesia ini mengacu pada regulasi-regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Bitcar memandang regulasi yang dikeluarkan pemerintah terkait ASK (angkutan sewa khusus) sudah baik yang mampu menaungi kepentingan pihak aplikasi, pengemudi dan penumpang. 

"BitCar sangat mengapresiasi kebijakan-kebijakan regulasi pemerintah yang menguntungkan semua pihak. Regulasi-regulasi yang menguntungkan pihak aplikasi, pengemudi dan penumpang pasti akan menjamin keberlangsungan bisnis layanan aplikasi digital transportasi. "

Regulasi yang telah diterbitkan pemerintah saat dinilainya membuka peluang dan menjaga persaingan usaha menjadi lebih kompetititf dengan mengatur jumlah kuota pengemudi dan tarif. Jadi pihak aplikasi dapat memberikan layanan terbaik bagi pihak pengemudi online dan penumpang yang mengunakan jasa angkutan serta puhak-pihak terkait.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ojek Online

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top