CoHive Kumpulkan US$13,5 Juta, Kejar Target US$20 Juta

Investor yang ikut serta dalam pendanaan Seri B CoHive adalah Stonebridge Ventures, Kolon Investment, Stassets Investment, dan pengembang properti lokal.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  22:29 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — CoHive, perusahaan rintisan penyedia ruang kerja bersama yang sebelumnya dikenal dengan nama EV Hive, mengumumkan telah meraih ronde pertama pendanaan Series B senilai US$13,5 juta yang dipimpin oleh Stonebridge Ventures.

Investor lain yang tergabung dalam penutupan pertama Series B ini antara lain Kolon Investment, Stassets Investment, pengembang properti lokal, dan berbagai investor yang telah bergabung di Series A sebelumnya termasuk H&CK Partners.

CEO CoHive Jason Lee menyatakan, pendanaan ini merupakan bagian dari total pendanaan Series B senilai US$20 juta yang ditargetkan rampung pada tahun ini. Rencananya, investasi tersebut akan digunakan perusahaan untuk menggencarkan ekspansinya di Tanah Air, sekaligus mengembangkan produk terbaru perusahaan bernama Co-Living dan Co-Retail.

 “Dengan pendanaan ini kami akan memperluas ekspansi ke kota-kota baru seperti Surabaya, Bandung dan Makassar. Kami telah memiliki masing-masing satu properti di kota tersebut untuk disewakan menjadi ruang kerja bersama,” ujarnya saat Grand Launch Co-Hive, Rabu (19/6/2019).

Dia menambahkan, hingga saat ini CoHive telah memiliki 9.000 anggota yang menyewa produk ruang kerja selama satu bulan atau lebih di 31 lokasi dengan luas total sekitar 65.000 meter persegi di empat kota yaitu Jakarta, Medan, Yogyakarta dan Bali. Pada tahun ini, pihaknya menargetkat dapat menambah total ruang kerja bersama menjadi 40 lokasi.

 Lebih lanjut, saat ini CoHive memiliki empat produk utama, yaitu ruang kerja bersama, penyewaan ruang untuk komunitas (event space), dan dua produk terbarunya yaitu Co-Living dan Co-Retail. Untuk produk Co-Living, CoHive menggandeng Keppel Land Indonesia membangun 64 kamar dengan luas total 2.800 meter persegi di Jakarta Barat. Melalui produk ini, pihaknya menyediakan lingkungan tempat tinggal yang mendorong terciptanya kolaborasi di antaranya melalui fasilitas ruang komunal.

 Sementara itu, produk baru lainnya adalah Co-Retail yang menawarkan ruang ritel fleksibel dengan harga terjangkau tempat penyewa dapat menjual produknya ke anggota komunitas perusahaan rintisan. Untuk saat ini, Co-Retail baru tersedia di Gedung CoHive 101 di Jakarta yang dioperasikan sepenuhnya oleh CoHive.

 Direktur Stonebridge Ventures Fortune Sohn menyatakan bahwa investor ingin memperkuat posisi CoHive di pasar Indonesia untuk tetap berada di peringkat pertama tidak hanya sebagai penyedia ruang kerja bersama, tetapi sekaligus sebagai pembentuk komunitas perusahaan rintisan terbesar.

“Kehadiran ruang kerja komunal yang fleksibel dan berkualitas tinggi dengan harga terjangkau yang disediakan CoHive mampu menggandakan nilai hunian untuk bangunan. Pencapaian signifikan inilah yang menjadi nilai tambah perusahaaan bagi penyewa/anggota dan pemilik bangunan,” tambah Sohn.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, coworking space

Editor : Demis Rizky Gosta
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top