Proses Beli Smartphone Butuh 14 Hari

Sebagian besar konsumen memulai proses membeli smartphone secara daring.
Rahmad Fauzan | 09 Mei 2019 10:06 WIB
Dari kiri ke kanan, Head of Marketing XL Prioritas PT XL Axiata Tbk. Aprilia Madonna, pengulas gawai Droidlime, Corporate Marketing Director PT Samsung Electronics Indonesia Elvira Jakub, Director of Marketing & Communications PT Erajaya Swasembada Tbk. Djatmiko Wardoyo, dan Senior Industry Analyst Tech & Telco Google Indonesia Yudistira Adi Nugroho pada Rabu (8/5 - 2019).

Bisnis.com, JAKARTA — Berdasarkan tiga penelitian terbaru yang dilakukan Google dan satu penelitian dari Canalys, menunjukkan bahwa perjalanan konsumen dalam membeli ponsel baru memakan waktu 14 hari.

Senior Industry Analyst Tech & Telco Google Indonesia, Yudistira Nugroho, mengatakan sebagian besar konsumen memulai proses membeli smartphone secara daring.

“Namun, sebanyak 69% pembeli memutuskan membeli di toko ritel,” ujarnya di acara Tech & Telko Talk di kantor Google di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Adapun, salah satu hasil penelitian yang dilakukan Google tahun 2018 berjudul Android Path to Purchase, sekitar 55% pembeli merasa kewalahan dengan banyaknya pilihan ponsel pintar di pasaran.

Di Indonesia saja, sebanyak 81% pembeli mengatakan bahwa dirinya belum menentukan model ponsel pintar yang akan dibeli. Adapun, pembeli mempertimbangkan lebih dari 2 merek sebelum benar-benar membeli sebuah ponsel pintar.

Proses pembelian itu sendiri dimulai dari tahap pencarian pada hari pertama. Pada hari kedua sampai dengan hari ketiga belas, konsumen biasanya membandingkan spesifikasi produk dan melakukan review.

Hal ini kemudian dilanjutkan dengan mengobservasi produk yang akan dibeli di video-video daring. Selanjutnya, konsumen akan berlanjut ke tahap pengecekan bundling promotion, dan pergi ke ritel untuk mengecek produk secara langsung. Setelah tahap-tahap tersebut di atas dilalui, pada hari keempat belas barulah konsumen melakukan pembelian.

Yudistira memaparkan bahwa sebanyak 87% pengguna memilih sebuah ponsel pintar berdasarkan ukuran kecepatan jaringan dan perangkat, sebanyak 83% berdasarkan daya tahan baterai, dan 81% berdasarkan kapasitas memori.

Untuk masalah kecepatan, dikatakan bukan berarti hanya gawai, melainkan jaringan pun juga harus mampu menopang kebutuhan pembeli terhadap ponsel pintar. Untuk daya tahan baterai, riset Google menunjukkan bahwa penggunaan ponsel pintar di Indonesia sehari-hari hampir 5 jam. Artinya, sekitar 30% dari total waktu 24 jam yang dilalui oleh manusia dalam 1 hari dihabiskan dengan menggunakan ponsel pintar. Jadi, daya tahan baterai merupakan hal terpenting.

"Dan biasanya kalau sinyal susah baterai semakin cepat ngedrop," lanjutnya.

Sementara itu, untuk kapasitas memori, pembeli biasanya sangat membutuhkan hal tersebut karena dalam 5 jam saja seseorang menggunakan ponsel pintar, foto dan video yang diambil jumlahnya tidak sedikit.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smartphone

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup