Line dan Whatsapp Diharapkan Punya Program Verfikasi Hoaks

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkomifo) mengharapkan aplikasi Whatsapp dan Line memiliki program yang dapat memverifikasi berita bohong atau hoaks untuk mencegah penyebaran berita bohong.
Leo Dwi Jatmiko | 13 April 2019 09:48 WIB
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel. - Reuters/Thomas White

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkomifo) mengharapkan aplikasi Whatsapp dan Line memiliki program yang dapat memverifikasi berita bohong atau hoaks untuk mencegah penyebaran berita bohong.

Direktur  Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel A. Pangrepan mengatakan saat ini aplikasi Whatsapp dan Line belum menerapkan Chatbot Antihoaks karena  kebijakan perusahaan masing-masing.

Chabot Antihoaks hingga sekarang baru ada di aplikasi Telegram. Chatbot Antihoaks adalah piranti lunak berupa program untuk menjawab semua pertanyaan masyarakat terkait berita hoaks atau informasi yang diragukan kebenarannya oleh masyarakat.

Untuk penerapan secara teknis program tersebut masih dibahas dengan pihak Whatsapp dan Line. Dia semua aplikasi memiliki program serupa yang dapat memverifikasi hoaks.   

“Sedang dibicarakan bagaimana mekanismenya. Harapanya dua minggu terwujdukan [di Whatsapp dan LINE]  ini maslh teknis saja,” kata Semuel saat acara peluncuran Chatbot Antihoaks di Jakarta, Jumat (12/3/2019). 

Semuel menuturkan saat ini pengguna internet di Indonesia masih membutuhkan edukasi. Para pengguna internet, sambungnya, kerap memanfaatkan informasi yang mereka dapat dari aplikasi percakapan tanpa dicerna lebih dahulu.  

“Ada orang yang tidak punya kesadaran yang tinggi [tentang internet], kami justru memberi tahu bagi yang belum paham bagaimana internet bekerja, di program Chatbot Antihoaks untuk memverifikasi,” kata Semuel.  

Chatbot Antihoaks saat ini hanya berada di aplikasi Telegram. Untuk memanfaatkan program ini, pengguna hanya perlu mencari alamat @chatbotantihoaks di Telegram dan memasukan link atau teks yang masih diragukan kebenaran informasinya.

Program tersebut akan memanfaatkan AI untuk mendekteksi artikel, berita atau tulisan untuk kemudian memberikan kepastian apakah informasi tersebut benar atau hoaks yang disertai dengan link hoaks serupa. Adapun jika hoaks tersebut baru tersebar, program akan menampung data lebih dahulu.

Kementerian Komunikasi dan Informati (Kemenkomifo) menyediakan layanan chat bot yang bernama Chatbot Antihoaks dalam rangka memerangi hoaks yang beredar. Kemenkominfo bekerja sama dengan start up, PT Prosa Solusi Cerdas dalam membangun Chatbot Antihoaks

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
media sosial, kominfo, hoax, berita bohong

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top