Halosis Tawarkan Chatbot Dengan Kecerdasan Buatan Bagi UMKM

Halosis, perusahaan rintisan bidang teknologi kecerdasan buatan resmi hadir untuk menyediakan asisten virtual berupa chatbot untuk menerima, mencatatan pesanan sekaligus manajemen stok pesanan bagi pelaku Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 12 Maret 2019  |  16:43 WIB
Halosis Tawarkan Chatbot Dengan Kecerdasan Buatan Bagi UMKM
CoFounder & CFO Halosis Adi Kurniadi (kiri), CTO Halosis Sonja Johar (tengah), Founder and CEO Halosis Andrew Darmadi (kanan) saat peluncuran Halosis, Selasa (12/3/2019) - Bisnis/Deandra Syarizka.

Bisnis.com, JAKARTA—Halosis, perusahaan rintisan bidang teknologi kecerdasan buatan, resmi hadir untuk  menyediakan asisten virtual berupa chatbot untuk menerima, mencatatan pesanan sekaligus manajemen stok pesanan bagi  pelaku Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Founder and CEO Halosis Andrew Darmadi menyatakan, saat ini terdapat hampir 60 juta UMKM di Indonesia, namun baru 5% yang go digital, sedangkan sisanya masih menjalankan bisnis secara tradisional.

Dia menilai, UMKM yang melakukan bisnis secara konvensional juga sulit untuk mengembangkan bisnisnya karena harus menggaji admin media sosial untuk menerima dan mencatat pesanan secara manual. Oleh karena itu, pihaknya meluncurkan asisten virtual bernama Hana yang diciptakan untuk dapat berkomunikasi dengan pelanggan selama 24 jam  sekaligus mendata pesanan yang masuk dan mengurangi risiko human error yang terjadi selama ini.

“Kalau dibantu teknologi apapun, masalah yang terjadi selama ini bisa diatasi lebih efisien dan optimal. Kita selalu takut teknologi akan menghilangkan pekerjaan, tetapi yang terjadi teknologi justru melahirkan pekerjaan-pekerjaan baru,” ujarnya saat konferensi pers, Selasa (12/3/2019).

Lebih lanjut, pihaknya berharap teknologi chatbot ini juga dapat membantu para perempuan pengusaha yang berjualan secara online. Dengan chatbot yang ditawarkan, perempuan pengusaha diyakini dapat memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga.

Pihaknya menargetkan dapat menjangkau 100 ribu pelaku UMKM yang mempekerjakan minimal 5 orang pekerja pada 2020. Selain itu, pihaknya juga menargetkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi 1 juta perempuan pengusaha baru.

Dalam menyediakan teknologi chatbot dengan kecerdasan buatan, Halosis menggunakan teknologi Natural Language Processing (NLP) dari Kata.ai. Selama ini, Kata.ai dikenal sebagai perusahaan teknologi kecerdasan buatan yang menyediakan chatbot bagi perusahaan-perusahaan besar.

Dengan teknologi chatbot, prosedur pemesanan menjadi lebih mudah dan praktis. Konsumen tidak perlu melakukan registrasi, cukup melakukan interaksi dengan Hana asisten virtual di linimasa penjual atau bertukar kontak untuk chatting langsung dengan penjual.

Selain menawarkan paket gratis, layanan Halosis ditawarkan mulai harga Rp500 ribu untuk paket premium dan Rp1,5 juta untuk paket enterprise yang disertai dengan lebih banyak fitur. Adapun pada tahun ini, Halosis akan fokus mengembangkan bisnisnya ke pelaku UMKM yang ada di Jabodetabek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, kecerdasan buatan (AI)

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top