Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapsul SpaceX Membawa Misi NASA Kembali ke Bumi

Kapsul yang diluncurkan oleh SpaceX tersebut membawa misi dengan mengangkut 180 kilogram alat uji ke stasiun ruang angkasa. Salah satunya, adalah boneka bernama Ripley yang dilengkapi dengan sensor diberbagai bagian.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 09 Maret 2019  |  14:29 WIB
Roket SpaceX - npr.org
Roket SpaceX - npr.org

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah kapsul nirawak milik SpaceX jatuh ke Samudera Atlantik setelah menyelesaikan misi penting bagi National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk melanjutkan penerbangan manusia ke luar angkasa.

Director of Crew Mission Management, Benjamin Reed, mengatakan bahwa langkah ini menjadi tonggak penting dalam program awak komersial dari NASA sebelum penerbangan uj icoba pertama yang rencananya akan dilakukan pada Juli dengan dua astronot, yaitu Doug Hurley dan Bob Behnken.

“Segala sesuatu terjadi dengan sempurna, tepat pada waktu seperti yang kami harapkan,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (9/3/2019).

Deputy Manager Crew Program NASA, Steve Stich mengatakan bahwa kendaraan berjalan baik setelah turun dari angkasa. Kapsul tersebut, diangkat keluar dari air menggunakan kapal derek dan dijadwalkan kembali ke darat pada Minggu (10/3/2019) waktu setempat.  

Adapun, kapsul yang diluncurkan oleh SpaceX tersebut membawa misi dengan mengangkut 180 kilogram alat uji ke stasiun ruang angkasa.

Salah satunya, adalah boneka bernama Ripley yang dilengkapi dengan sensor diberbagai bagian, misalnya kepala, leher, dan tulang belakang untuk memantau bagaimana proses penerbangan luar angkasa bagi manusia.

NASA telah memberikan dana kepada SpaceX dan Boeing Co dengan total US$5,8 miliar untuk membangun sistem roket dan kapsul guna bersaing meluncurkan astronot ke orbit luar angkasa.

Hasil dari misi ini akan menentukan apakah SpaceX akan tetap mengikuti jadwal yang telah direncanakan untuk misi selanjutnya setelah terjadi penundaan pengembangan pada periode sebelumnya.

“Saya kira kami tidak melihat apa pun dalam misi sejauh ini yang akan menghalangi kami untuk memiliki misi awak pada akhir tahun ini. Tapi kami harus tetap melakukan peninjauan data lebih lanjut,”kata Stich. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stasiun luar angkasa
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top