Warung Pintar Caplok Limakilo, Bangun Rantai Pasok Produk Tani

Ribuan mitra Warung Pintar di Jakarta, Depok, Tangerang dan Banyuwangi akan mendapatkan akses untuk menjual komoditas bahan makanan pokok di kios berbasis digital mereka.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  15:51 WIB
Warung Pintar Caplok Limakilo, Bangun Rantai Pasok Produk Tani
Co-Founder dan CEO Warung Pintar Agung Bezharie Hadinegoro (paling kiri) dan Co-Founder dan CEO Limakilo Walaesa Danto (paling kanan) bersama mitra Warung Pintar dan Limakilo saat konferensi pers, Rabu (27/02) - Bisnis/Deandra Syarizka

Bisnis.com, JAKARTA — Warung Pintar, perusahaan rintisan teknologi mikro-ritel resmi mengakuisisi Limakilo, sebuah platform yang menyederhanakan rantai pasokan makanan dengan menghubungkan petani ke toko kelontong dan penjual sayur, dengan nilai yang tidak dipublikasikan. 

Dengan adanya akuisisi sini,  ribuan mitra Warung Pintar di Jakarta, Depok, Tangerang dan Banyuwangi akan mendapatkan akses langsung untuk menjual komoditas bahan makanan pokok di kios berbasis digital mereka. 

Co-Founder dan CEO Warung Pintar Agung Bezharie Hadinegoro menyatakan dengan pasokan produk pertanian dari Limakilo, pemilik warung akan memiliki stok barang yang lebih beragam.  Permintaan bahan makanan pokok yang tinggi juga diyakini dapat meningkatkan pendapatan pemilik warung. 

Di lain sisi,  petani juga akan memiliki harga jual yang lebih baik dan akses lebih luas seiring dengan bertambahnya jumlah Warung Pintar. 

"Visi kami sangat bersilangan. Kalau partnership, bisa saja yang satu visinya ke kanan yang satu ingin ke kiri. Akhirnya kami pilih bersinergi melalui akuisisi, " ujarnya,  Rabu (27/02).

Dia menambahkan,  Warung Pintar dan Limakilo memiliki visi yang sama,  yaitu meningkatkan kapabilitas usaha mikro di Indonesia dan merevolusi usaha mikro dengan teknologi.  

Limakilo menyerap pasokan makanan pokok dengan harga terbaik,  sedangkan Warung Pintar bertujuan untuk menjangkau konsumen dengan menyediakan produk lengkap dalam penjualan. 

"Dengan sinergi baru ini,  kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan pemilik warung kami, " ungkapnya. 

Berdiri sejak November 2017, Warung Pintar berfokus pada digitalisasi sistem warung konvensional di Indonesia, antara lain memungkinkan pemantauan terhadap penjualan dan kinerja warung melalui aplikasi, memasang iklan di warung untuj meningkatkan pendapatan,  dan menerima pembayaran nontunai. 

Sejauh ini,  Warung Pintar telah mengoperasikan lebih dari 1.200 warung di Jakarta,  Tangerang,  Depok dan Banyuwangi. Adapun pada tahun ini,  perusahaan berencana membuka 5.000 warung baru di Jawa. 

Co-Founder dan CEO Limakilo Walaesa Danto Menyatakan dengan akuisisi ini,  pihaknya berharap dapat meningkatkan pasokan beras dari perusahaan bumi desa menjadi 100 ton pada tahun ini, naik 48 ton dari tahun sebelumnya. 

"Warung tradisional selalu menjadi bagian penting dan tradisi ekonomi Indonesia. Dengan kolaborasi ini,  kami berharap dapat meningkatkan kebiasaan masyarakat untuk berbelanja di warung tradisional, " ujarnya. 

Limakilo adalah  perusahaan rintisan pertanian yang telah menerima dana tahap awal dari East Ventures untuk memerluas kemitraan dan memberikan pelatihan kepada petani kecil Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top