PSN Target Kapasitas Satelit 150 Gbps dalam 3 Tahun

Satelit Nusantara Satu, yang meluncur akhir pekan lalu, baru bisa menambahkan 13,6 Gbps ke kapasitas nasional yang saat ini sekitar 30 Gbps.
Syaiful Millah | 24 Februari 2019 14:29 WIB
Ilustrasi Satelit Nusantara Satu. - Pasifik Satelit Nusantara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) berambisi menyediakan 150 Gbps kapasitas sambungan satelit dalam 3 tahun, atau setara dengan proyeksi kebutuhan Indonesia. Satelit Nusantara Satu, yang meluncur akhir pekan lalu, baru bisa menambahkan 13,6 Gbps ke kapasitas nasional yang saat ini sekitar 30 Gbps.

Direktur Jaringan PT PSN Heru Dwikartono mengatakan, PSN ingin memenuhi kebutuhan broadband internet satelit yang diperlukan masyakarat Indonesia khususnya di daerah-daerah terluar yang tidak terjangkau koneksi internet terestrial.

Berdasarkan perhitungan PSN dan perkiraan pemerintah, kebutuhan kaspasitas satelit dalam negeri saat ini mencapai 150 Gbps. Sementara itu, total kapasitas yang disediakan oleh seluruh perusahaan penyedia satelit di Indonesia saat ini baru sekitar 30 Gbps.

“Indonesia kan geografinya unik, jadi kami melihat kebutuhan internet satelit itu masih akan terus ada dan masih sangat besar. Kami sudah ada roadmap dan planning-nya akan seperti apa” katanya kepada Bisnis, (22/2).

PSN sendiri, hingga saat ini memiliki total kapasitas sebesar 13,6 Gbps dari satelit Nusantara Satu yang diluncurkan ke angkasa pada hari ini, Jumat (22/2) waktu Indonesia. Satelit tersebut, nantinya akan menempati slot orbit 146 derajat Bujur Timur atau berlokasi tepat di atas Papua.

Selain itu, untuk mencapai target kapasitas yang ditentukan, PSN saat ini tengah menggarap beberapa proyek. Pertama, proyek Satelit Nusantara Dua yang merupakan kerja sama antara PSN, PT Indosat Tbk., dan PT Pintar Nusantara Sejahtera melalui perusahaan  joint venture bernama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera.

Group Head Space System Group PSN Indri Prijatmodjo mengatakan bahwa Satelit Nusantara Dua akan memiliki total kapasitas sebesar 11 Gbps dengan transponder c-band dan ku-band.

Nantinya, satelit tersebut akan menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur menggantikan satelit Palapa-D yang akan habis masa orbitnya. Indri menambahkan bahwa saat ini, satelit tersebut dalam tahapan perakitan dan ditargetkan mengangkasa pada April 2020.

“Secara teknis, Nusantara Dua saat ini sudah semua komponennya dibeli dan dalam proses assembly. Ini akan melengkapi satelit Nusantara Satu yang telah diluncurkan,” katanya.

Adapun, Heru mengungkapkan pihaknya juga berencana untuk memanfaatkan satelit Palapa-D milik Indosat yang habis masa orbitnya untuk digunakan kembali di orbit 144 derajat Bujur Timur. Namun demikian, hal tersebut harus memperhatikan berbagai hal teknis dan kontrak bisnis.

Dalam perencanaan PSN, proyek satelit PSN akan mulai didiskusikan lebih lanjut pada 2020 dan diproyeksikan akan memiliki total kapasitas 2,8 Gbps dengan 25 transponder c-band.

Proyek terbesar PSN adalah satelit PSN VII atau Nusantara Tiga, satelit Ka-Band berkapasitas lebih dari 100 Gbps. Rencananya, satelit tersebut akan menempati orbit 146 derajat Bujut Timur, sama dengan satelit Nusantara Satu. Namun, Nusantara Tiga bakal memanfaatkan gelombar radio yang berbeda, yaitu frekuensi di antara 26 GHz dan 40 GHz.

Tag : satelit
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top