Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disambangi Event Akbar ESL, Ternyata Gamer Profesional Indonesia Masih Terbatas

Turnamen grass root juga harus lebih dikembangkan karena merupakan salah satu sektor yang sangat membantu perkembangan industri gim dalam negeri.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  09:23 WIB
Ilustrasi - Reuters/Matthew Tostevin
Ilustrasi - Reuters/Matthew Tostevin

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia merupakan negara pertama di Asia yang menyelenggarakan ajang ESL Clash of Nations – Arena of Valor. Turnamen yang ditunggu-tunggu para gamers tersebut akan diadakan di JIExpo, Jakarta pada 29—31 Maret nanti.

SVP, Managing Director Asia Pasific – Japan, ESL, Nick Vanzetti memperkirakan akan banyak ajang turnamen gim yang menyusl diselenggarakan di Indonesia setelah ESL.

Alasannya, animo gamers di Indonesia sangat tinggi. Ini adalah pendukung utama perkembagnan industri gim di Tanah Air.

Vanzetti mengakui bahwa industri gim masih belum berkembang di Asia Tenggara, terutama jika dibandingkan dengan Korea Selatan yang saat ini sudah merajai dunia gim.

Untuk memperbaiki hal itu, Vanzetti menilai, sedikitnya ada dua hal yang perlu dilakukan terkait dengan perkembangan industri gim di Indonesia.

Pertama, memberikan fokus lebih terhadap upaya melahirkan pemain profesional. Secara keseluruhan, profesionalitas para gamers di Tanah Air memang masih sangat kurang.

Beberapa casual gamers mengatakan bahwa tiga hal yang menyebabkan kurangnya tingkat profesionalitas gamers di Indonesia yaitu wadah yang disediakan belum maksimal, profesi sebagai pemain gim profesional belum menjanjikan, dan kurangnya dukungan dari keluarga.

Meskipun demikian, pemain gim profesional asal Indonesia sebenarnya bukannya tanpa prestasi. Bahkan, beberapa tim justru menunjukkan prestasi gemilang di ajang esports internasional. 

Contohnya, tim Point Blank Indonesia pernah beberapa kali juara turnamen internasional. Salah satunya adalah ketika tim RRQ sukses membawa pulang piala juara dunia di ajang internasional PBIC 2017.

Kedua, Vanzetti menilai komunitas gim di Indonesia perlu lebih mempererat kebersamaan satu sama lain. Dengan demikian, ke depannya akan ada lebih banyak turnamen-turnamen lokal yang mendorong majunya industri gim Tanah Air.

Menambahkan Vanzetti, Head of Operations Garena Indonesia Hans Kurniadi Saleh mengatakan turnamen-turnamen grass root juga harus lebih dikembangkan karena merupakan salah satu sektor yang sangat membantu perkembangan industri gim dalam negeri.

Masuknya sponsor dan dukungan dari pemerintah juga dapat membuat masyarakat menyadari bahwa industri gim di Indonesia sedang berkembang.

Selain itu, sektor pendidikan menjadi penentu. Meski tidak masif, kompetisi gim sudah diadakan di sekolah-sekolah di Tanah Air sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2018, Garena selaku pengembang gim mengadakan kompetisi gim di sekolah-sekolah di puluhan kota.

Pada tahun ini, Garena rencananya akan menyelenggarakan kompetisi Garena Goes to School di 600 sekolah melalui dukungan pemerintah. Kompetisi tersebut rencananya akan mulai berjalan paling lambat pada awal Maret 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

video game
Editor : Demis Rizky Gosta
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top