Setiap Bulan, WhatsApp Hapus 2 Juta Akun untuk Hentikan Hoaks

WhatsaApp dikabarkan menghapus dua juta akun setiap bulan untuk menghentikan peredaran informasi palsu alias hoaks. Sebelum menghentikan akun-akun tersebut, WhatsApp telah melakukan identifikasi akun yang diduga pembuat onar.
JIBI | 08 Februari 2019 09:23 WIB
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel. - Reuters/Thomas White

Bisnis.com, JAKARTA – WhatsApp dikabarkan menghapus dua juta akun setiap bulan untuk menghentikan peredaran informasi palsu alias hoaks. Sebelum menghentikan akun-akun tersebut, WhatsApp telah melakukan identifikasi akun yang diduga pembuat onar.

"Terkadang orang mencoba untuk mengeksploitasi layanan kami. Beberapa mungkin ingin mendistribusikan tautan umpan-klik yang dirancang untuk menangkap informasi pribadi, sementara yang lain ingin mempromosikan sebuah ide," ujar juru bicara WhatsApp Carl Woog, seperti dilansir laman thestar, Kamis (7/2/2019).

Tindakan yang dilakukan WhatsApp itu dilakukan berawal dari kontroversi partai politik di India yang dilaporkan telah menyalahgunakan layanan menjelang pemilihan umum, tahun lalu. Partai politik tersebut menyebarkan berita palsu untuk mempengaruhi pemilih.

Aplikasi pesan besutan Facebook itu juga disalahgunakan untuk menghasut dan dijadikan sebagai media kekerasan yang menelan korban puluhan nyawa di India. Hal serupa juga dimanfaatkan untuk kerusuhan di Brasil dan Myanmar dalam beberapa bulan terakhir.

"Terlepas dari tujuannya apa, pengiriman pesan otomatis dan massal melanggar ketentuan layanan kami. Dan salah satu prioritas kami adalah mencegah dan menghentikan penyalahgunaan semacam ini," kata Woog.

Media sosial lain juga melakukan hal yang sama. Menurut laman the guardian, Facebook juga tahun lalu telah menghapus 1,5 miliar akun dalam enam bulan, sebagai bagian dari tindakan terhadap informasi yang salah dan spam. Sementara Twitter mencabut jutaan akun bermasalah pada Juli tahun lalu.

Sumber : Tempo

Tag : whatsapp, hoax
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top