Garap Segmen Korporasi, Zenius Buka Peluang Pendanaan

Zenius Education, perusahaan teknologi pendidikan yang telah tumbuh secara organik sejak 2007, membuka peluang pendanaan pada tahun ini guna melancarkan ekspansinya yang mulai merambah segmen korporasi.
Deandra Syarizka | 26 Januari 2019 13:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Zenius Education, perusahaan teknologi pendidikan yang telah tumbuh secara organik sejak 2007, membuka peluang pendanaan pada tahun ini guna melancarkan ekspansinya yang mulai merambah segmen korporasi.

Wisnu Subekti, CEO Zenius Education menjelaskan, pada tahun ini pihaknya berencana mengembangkan platform  edukasi bernama Agora yang fokus melayani B2B, dengan menyediakan konten edukasi vokasi bagi para profesional.

“Kita melihat attraction-nya lumayan, sudah ada beberapa perusahaan yang ada di pipeline yang akan masuk, seperti BUMN, swasta,” ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (26/01).

Dia mengaku cukup optimistis dapat mereplikasi kesuksesan yang telah diraih selama mengembangkan konten edukasi bagi pelajar SD-SMA selama lebih dari satu dekade terakhir. Menurutnya, pengalaman tersebut cukup sebagai bekal untuk bersaing dengan perusahaan teknologi edukasi (edutech) lain yang juga menawarkan konsep serupa, seperti Ruang Guru, Circledoo, dan lain-lain.

Dia menambahkan, pengembangan layanan penyedia konten edukasi bagi korporasi dilakukan setelah pihaknya menilai kualitas Sumber Daya Manusia di tingkat profesional masih cukup rendah dan kalah bersaing dengan negara lain. Selain itu, besarnya populasi usia produktif di Tanah Air juga menjanjikan peluang pasar tersendiri.

Adapun sejak pertama kali diluncurkan pada 2007, dia menyatakan Zenius telah tumbuh secara organik melalui penjualan konten edukasi dalam berbagai bentuk, baik CD, maupun biaya berlangganan di situs. Namun untuk meluaskan ekspansi pada tahun ini, pihaknya membuka peluang untuk menarik pendanaan, meskipun dia enggan menyebutkan jumlah investasi yang diperlukan perseroan.

“Karena kita ke depannya akan terus growing, juga mungkin ada rencana ke sana [membuka pendanaan],” ujarnya.

Berdasarkan situs Zenius, jumlah kunjungan ke situs zenius.net sejak pertama kali diluncurkan adalah 44,29 juta kunjungan yang diakses oleh lebih dari 11 juta pengguna hingga Juni 2017.Sementara, total video materi maupun pembahasan soal yang berhasil didokumentasikan Zenius Education tidak kurang dari 66.000 video & 3.000 paket latihan soal untuk periode yang sama.

Untuk distribusi konten secara offline,  perusahaan tersebut tercatat pernah memiliki 5 distributor utama dan 424 reseller di seluruh Indonesia, di antaranya 312 reseller masih aktif sampai sekarang. Selain itu,  juga memiliki 15 jaringan outlet resmi di Gramedia seluruh Indonesia.

Menurutnya, perusahaan teknologi edukasi berpeluang menjadi unicorn atau perusahaan dengan valuasi lebih dari USD1 miliar selanjutnya di Tanah Air, setelah prestasi tersebut berhasil diraih oleh perusahaan teknologi di bidang transportasi, logistik, maupun dagang-el.

“Mungkin saja perusahaan edutech menjadi unicorn, tinggal masalah waktu saja. Kalau dilihat dari market-nya, ada 45 juta siswa di Indonesia. Bisa mendapatkan 30%-nya saja sudah bisa menjadi unicorn,”ujarnya.

Meski demikian, dia menegaskan perusahan teknologi edukasi pada umumnya lebih mengutamakan visinya untuk mengembangkan kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) ketimbang meningkatkan valuasi

Tag : aplikasi, StartUp
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top