Telkom Siaga Jelang Pergantian Tahun

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk bersiaga menjelang pergantian tahun guna mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi.
Duwi Setiya Ariyanti | 31 Desember 2018 20:55 WIB
BTS bergerak atau mobile BTS Telkomsel - Telkomsel

Bisnis.com, JAKARTA--PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk bersiaga menjelang pergantian tahun guna mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi.

Dalam keterangan resminya, Senin (31/12/2018), PGS Direktur Utama Telkom Herdy Harman mengatakan pihaknya telah menyiapkan infrastruktur dan personel guna memastikan layanan berjalan lancar ketika lonjakan trafik telekomunikasi terjadi.

Pihaknya telah menyiagakan 88 posko, 592 gerai Telkomsel dan 17.666 personel.

Dari sisi infrastruktur, pihaknya menyiagakan 1.142 mobil IndiHome, tambahan 776 Base Transceiver Station (BTS) 4G dan 88 BTS bergerak. Semua ini dilakukan agar lonjakan trafik telekomunikasi di 628 titik bisa diantisipasi.

"Persiapan teknis jaringan serta pelayanan pelanggan dilakukan secara menyeluruh untuk mengoptimalkan kualitas jaringan pada saat terjadinya lonjakan trafik komunikasi di malam pergantian Tahun Baru 2019," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan mengatakan pada periode kali ini, trafik data meningkat karena naiknya kebutuhan komunikasi di momen liburan dibandingkan kondisi normal.

Dari perkiraan kenaikan trafik data, dia menyebut kontribusi terbesar berasal dari konten berbasis video yakni sebesar 31%.

Sisanya, berasal dari aplikasi media sosial, aplikasi obrolan dan gim.

"Pada puncak periode Natal dan Tahun Baru kali ini, trafik layanan data atau payload diperkirakan meningkat 20% dibandingkan hari biasa. Kenaikan trafik layanan data ini akan didominasi oleh trafik layanan video sebesar 31%," kata Bob.

Selain trafik data, dia menyebut trafik pada pesan singkat SMS pun bakal naik. Diperkirakan, trafik untuk SMS naik setidaknya 0,5%.

Sementara itu, pada layanan telepon suara tetap akan turun yakni 1,4% karena kecenderungan menggunakan aplikasi obrolan.

"SMS juga diprediksi mengalami kenaikan lebih dari 0,5% pada periode ini. Berbanding terbalik dengan layanan data dan SMS, trafik layanan suara diperkirakan cenderung menurun tipis, sekitar 1,4% dibandingkan hari biasa," katanya.

Tag : tahun baru, telkom
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top