HIGHLIGHT AWS RE:INVENT 2018: Ini Fitur-Fitur AI Terbaru dari Amazon

Wike Dita Herlinda
Kamis, 29 November 2018 | 11:22 WIB
Suasana Hall A The Venetian, Las Vegas saat pemaparan keynote CEO Amazon Web Services (AWS) Andy Jassy, Rabu (28/11/2018) waktu setempat. / foto: AWS
Suasana Hall A The Venetian, Las Vegas saat pemaparan keynote CEO Amazon Web Services (AWS) Andy Jassy, Rabu (28/11/2018) waktu setempat. / foto: AWS
Bagikan

Bisnis.com, LAS VEGAS — Peluncuran sederet layanan dan produk baru dari Amazon Web Services, Inc. mewarnai hari ketiga konvensi tahunan AWS: reInvent di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.

CEO AWS Andy Jassy memperkenalkan tak kurang dari 15 fitur AWS baru yang berbasis pada pengembangan teknologi kecerasan buatan (artificial intelligence/AI) dan algoritma pembelajaran mesin (machine learning /ML) dengan fungsi dan tujuan yang sangat spesifik guna menyesuaikan kebutuhan pengguna.

“Kita harus punya alat yang tepat untuk menyelesaikan tugas yang tepat. Ini akan membantu builders [pengembang bisnis rintisan] untuk menghemat uang dan waktu. Kita tidak bisa lagi menggunakan hanya satu platform [AI] untuk mengerjakan banyak hal," ujarnya pada Rabu (28/11/2018), waktu setempat.

Selama ini, anak perusahaan Amazon.com Corp. itu sudah memiliki fitur AI berbasis interaksi suara, yaitu Alexa. Namun, inovasi teknologi mereka dikembangkan untuk semakin menjangkau pengguna dari berbagai latar belakang, kemampuan, dan pengalaman.

Inovasi tersebut sekaligus merupakan tindak lanjut dari peluncuran fitur Amazon SageMaker pada tahun lalu, serta menjadi penanda semakin sengitnya kompetisi bisnis komputasi awan antartaipan teknologi Amerika Serikat termasuk Google, IBM, dan Microsoft.

“Per kuartal III/2018, pendapatan berjalan kami sudah menembus US$27 miliar naik 46% secara year on year [yoy]. Persentase tersebut setara dengan kenaikan pendapatan senilai US$2,1 miliar," tutur CEO lulusan Harvard College dan Harvard Business School itu.

Dibandingkan dengan kompetitor, lanjutnya, pengguna platform komputasi awan AWS mendominasi 51,80% dari total pangsa pasar global, alias yang tertinggi di dunia, mengalahkan Microsoft (13,30%) dan Alibaba (4,60%).

Lebih lanjut, Andy memaparkan bahwa peluncuran jasa serta produk AI baru pada tahun ini merupakan jawaban atas permintaan klien AWS—yang didominasi oleh praktisi ahli, peneliti, serta pecinta AI—akan adanya infrastruktur AI yang lebih mudah dioperasikan dan hemat biaya.

Lantas, apa sajakah fitur-fitur terbaru yang diperkenalkan Amazon dalam pergelaran AWS: reInvent 2018 di Las Vegas? Berikut beberapa ulasannya:

AI dengan Kapabilitas Tingkat Tinggi:

1. AWS Comprehend Medical. Dirancang spesifik bagi industri kesehatan untuk kepentingan penyimpanan dan pengelolaan data kesehatan dari segala macam dokumen.

2. Amazon Personalize. Teknologi AI ini dibangun berdasarkan pengalaman selama bertahun-tahun dalam mengembangkan Amazon.com. Fitur ini digunakan untuk personalisasi proses ML.

3. Amazon Forecast. Fitur ini menggunakan algoritma ML untuk memprediksi berbagai data analitik. Alat ini bisa membantu menaikkan tingkat akurasi prediksi hingga 50% dengan penghematan biaya hingga 10%.

4. Amazon Textract. Dirancang untuk mengekstrak teks dan data dari dokumen apapun, termasuk mendeteksi tabel, memindai informasi dari formulir, dan lain sebagainya.

5. AWS Marketplace for ML. Fitur ini menyediakan algoritma ML dari pihak ketiga serta model yang bisa digunakan melalui platform SageMaker. Saat ini terdapat lebih dari 150 model dan algoritma ML untuk marketplace.

Fitur Infrastruktur AI:

1. Amazon EC2 P3dn Instance. Ini merupakan pengembangan dari teknologi komputasi awam AWS Elastic Compute Cloud (EC2). Fitur ini dilengkapi dengan jaringan keluaran sebesar 100gbps, serta NVidia V100 GPUs, dan memori sebesar 32GB per GPU.

2. Amazon Elastic Inference. Fitur ini secara spesifik dirancang untuk memangkas biaya penggunaan teknologi AI. Pelanggan dapat mengaplikasikan fitur ini pada EC2 dan membayar sesuai penggunaan.

3. AWS-Optimized TensorFlow. Dirancang untuk membuat proses training dan inference lebih efisien.

4. AWS Inferentia. Cip yang didesain untuk mesin berperforma tinggi sebagai alternatif terhadap GPU. Fitur ini juga merupakan kompetitor dari TensorFlow Processor Units milik Google dan FPGAs milik Microsoft Xilinx.

5. AWS SageMaker Neo. Dirancang untuk menyederhanakan proses algoritma ML.

Alat Bantu Belajar AI:

1. Amazon ML University. Pelayanan yang ditujukan khusus untuk pelatihan AI dan ML.

2. AWS DeepRacer. Mobil otonom dengan skala 1:18 yang dirancang untuk kecepatan tinggi dengan dilengkapi kamera, prosesor, dan teknologi lainnya yang menggunakan fitur SageMaker RL.

3. Amazon ML Solutions Lab. Didesain untuk transfer pengetahuan dan pengalaman serta mendapatkan manfaat lebih dari teknologi AI dan algoritma ML.

Akselerasi Pengembangan AI:

1. Amazon SageMaker Ground Truth. Ditujukan untuk mengakselerasi dan meningkatkan pelabelan data secara akurat dan hemat biaya, serta mempermudah proses algoritma ML.

2. Amazon SageMaker RL. Didesain untuk menyederhanakan penggunaan AI dan ML dengan tujuan spesifik.

3. AWS RoboMaker. Produk ini dirancang sebagai solusi untuk memudahkan proses pengembangan aplikasi robotik serta memperpanjang usia aplikasi robotik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper