Kopi Kenangan Raih "Seed Funding" US$8 Juta dari Alpha JWC

Kopi Kenangan meraih pendanaan tahap awal senilai US$8 juta dari perusahan modal ventura Alpha JWC Ventures.
N. Nuriman Jayabuana | 19 Oktober 2018 13:25 WIB
Seorang pengunjung menikmati minuman kopi dalam satu pameran kuliner di Jakarta - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA -- Kopi Kenangan meraih pendanaan tahap awal senilai US$8 juta dari perusahan modal ventura Alpha JWC Ventures.

Kopi Kenangan merupakan bisnis kedai kopi yang didirikan Edward Tirtanata dan James Prananto pada 2017. Dalam setahun, bisnis tersebut telah membuka sebanyak 16 lokasi kedai kopi yang tersebar di Jabodetabek dengan menjual hingga 175.000 cangkir kopi per bulan.

Perusahaan itu berencana melakukan ekspansi dengan mengoperasikan paling tidak 30 kedai kopi pada akhir 2018.

Co-Founder sekaligus CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata mengungkapkan dalam menjalankan bisnis dirinya selalu menekankan kualitas dan cita rasa produk yang tersedia.

“Sebagian besar bisnis kedai kopi yang ada di Indonesia merupakan produk asing dengan harga yang cukup mahal. Kami melihat peluang untuk menyediakan kopi yang terjangkau, tapiberkualitas baik. Kami juga ingin menunjukkan bahwa pemain Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal seperti kami dapat bersaing dengan pemain internasional,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (19/10/2018).

CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata dan COO Kopi Kenangan James Prananto./Dok. Kopi Kenangan

Edward melihat Kopi Kenangan bukan hanya sebagai bisnis kedai kopi kecil, melainkan sesuatu yang dapat berkembang besar dengan konsep 'Ritel Baru' melalui pengembangan teknologi. Oleh sebab itu, dirinya memutuskan bermitra dengan Alpha JWC Ventures yang memiliki rekam jejak dan keahlian meningkatkan skala bisnis rintisan menggunakan teknologi. 

"Sebagai pendiri, kami merasa tim Alpha JWC memiliki visi yang sama dengan kami, yang kemudian membuat kami yakin untuk bekerja sama," terang Edward.

Co-Founder sekaligus Managing Partner Alpha JWC Ventures Jefrey Joe meyakini teknologi dapat membantu bisnis yang berkaitan dengan pelanggan untuk berkembang lebih cepat. Kopi Kenangan dinilai sebagai salah satu contoh nyata bagaimana teknologi membantu bisnis kedai kopi untuk berkembang pesat dengan menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.

"Kami sangat bersemangat untuk dapat visi tim Kopi Kenangan. Seiring dengan pertumbuhan dana kelolaan kami, visi kami juga semakin besar, dan itu dimulai dengan Kopi Kenangan,” paparnya.

Suntikan pendanaan tersebut direncanakan digunakan untuk membuka gerai baru, riset dan pengembangan, serta penyempurnaan aplikasi mobile Kopi Kenangan. Rencananya, kedai kopi itu akan segera meluncurkan aplikasi mobile yang mengusung konsep 'New Retail'  dengan beragam fitur di dalamnya, seperti pencari gerai, fitur pre-order, platform pembayaran, dan lain-lain.

Berbagai produk Kopi Kenangan./Dok. Kopi Kenangan

Co-Founder dan COO Kopi Kenangan James Prananto mengklaim bisnisnya tak bergantung pada penyedia layanan on demand yang tersedia di pasar. Sebaliknya, bisnis tersebut memiliki pelanggan yang datang untuk mencari produk Kopi Kenangan.

Dengan riset dan pengembangan yang berkelanjutan, dirinya berkomitmen untuk terus menghadirkan variasi menu terbaik, seperti minuman berbahan teh yang dapat memenuhi berbagai preferensi rasa sekaligus membuktikan Kopi Kenangan lebih dari sekedar kopi.

James menambahkan perusahaan akan tetap memegang kendali penuh terhadap pengelolaan seluruh kedai Kopi Kenangan dan tidak berencana membuka peluang waralaba untuk melakukan ekspansi.

“Kami ingin memastikan setiap kopi dan minuman yang dibeli pelanggan memenuhi standar dan dapat memenuhi kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, kami memutuskan tidak melakukan franchise untuk menjaga standar operasional dan kualitas Kopi Kenangan,” ucapnya.

Tag : StartUp, kedai kopi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top