Browsing Internet Bebas Intip di Smartphone

Ada berbagai mata yang mengawasi pergerakan Anda di internet. Berbagai mesin pelacak memantau perilaku pengguna internet demi memahami preferensinya.
Gombang Nan Cengka | 02 Juli 2018 07:10 WIB
Pengunjung berada di gerai ponsel pintar di sebuah pusat perbelanjaan, di Jakarta, Rabu (20/6/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Ada berbagai “mata” yang mengawasi pergerakan Anda di internet. Berbagai mesin pelacak memantau perilaku pengguna internet demi memahami preferensinya. Biasanya ini dilakukan oleh jaringan pengiklan untuk memastikan displai ikan mereka menyita perhatian orang yang pas.

Pelacak yang lain yang mungkin ditemukan adalah analitika situs (analytic tracker) yang mengumpulkan statistik pengunjung untuk kepentingan pemilik situs web dan pelacak dari jejaring sosial (social tracker) yang mengintegrasikan diri dengan situs web.

Meskipun sekilas ini agak menyeramkan, niat jaringan para pelacak ini sebenarnya tidak jahat. Namun, cukup banyak alasan untuk memblokir semua pelacak ini, baik untuk alasan privasi maupun untuk meningkatkan kecepatan peramban. Lagi pula tidak ada jaminan bahwa data yang dikumpulkan pada awalnya itu akan tetap digunakan untuk keperluan yang tidak mengganggu.

 Firefox Focus

Aplikasi khusus ponsel ini sebenarnya hanya tersedia pada Android. Firefox Focus yang tersedia untuk iPhone pada dasarnya masih menggunakan mesin peramban dari Safari (perambaan bawaan iPhone), tetapi Firefox Focus untuk iOS ini menambahkan pemblokir konten dan pelacak (tracker).

Bila Anda pernah mencoba Firefox for Android, Anda tidak akan merasa asing dengan kemampuan Firefox Focus. Perbedaannya adalah terutama pada perlindungan privasi yang lebih tinggi, meskipun harus mengorbankan fitur yang berguna.

Peramban ini otomatis memblokir  berbagai pelacak yang terdapat pada laman web akan otomatis diblokir. Program ad tracker, analytic tracker, dan social tracker secara bawaan langsung disekat oleh Firefox Focus.

Firefox Focus tidak mendukung fitur tab, sehingga Anda hanya bisa membuka satu laman pada setiap waktu. Ketika Anda menutup laman tersebut, riwayat jalajah Anda akan otomatis dihapus dan peramban ini tidak akan menyimpan data tentang laman web yang pernah Anda kunjungi.

Di sisi lain, sifat ini membuat peramban ini tidak cocok digunakan pada layanan web yang meminta Anda untuk masuk log terlebih dahulu.

Orbot

Ketika Anda mengunjungi laman atau layanan web, pemiliknya bisa mengetahui alamat IP (internet protocol) Anda. Dari sini biasanya bisa diperkirakan informasi tambahan, seperti lokasi geografis dan penyedia jasa internet yang Anda gunakan, bahkan identitas pribadi Anda.

Informasi ini kadang-kadang hanya digunakan untuk keperluan yang tidak mengganggu, seperti memilih versi layanan web yang sesuai dengan lokasi Anda (misalnya beberapa koran daring akan menyediakan versi internasional untuk pengunjung yang berasal dari luar negeri). Namun, ada pula yang menggunakannya untuk mengungkap identitas pribadi Anda.

Karena alasan ini, kadang-kadang kita lebih baik menyembunyikan alamat IP asli yang kita gunakan. Orbot  yang tersedia hanya untuk Android berguna untuk keperluan ini Orbot akan berfungsi sebagai peladen proxy untuk menyembunyikan alamat asli Anda, dan menyalurkan lalu lintas data lewat jaringan Tor. 

Ketika menggunakan jaringan Tor, Anda akan terlihat seolah-olah berada di tempat lain (di tempat yang disebut sebagai exit node Tor). Dan karena lokasi exit node ini diubah-ubah untuk setiap koneksi, pemilik situs web akan kesulitan mengidentifikasi Anda.

Orbot dapat digunakan  tidak hanya dengan peramban, tetapi juga dengan semua aplikasi yang membutuhkan koneksi internet di Android.

DNS-over-HTTPS

Meskipun kita biasa mengetahui alamat suatu situs web dalam bentuk yang mudah dibaca (seperti www.bisnis.com), alamat sebenarnya dari situs web tersebut berbentuk serangkaian angka-angka.

Menerjemahkan nama dalam bentuk URL ke angka-angka ini membutuhkan layanan DNS (domain name server). Pada umumnya kita menggunakan DNS yang disediakan oleh penyedia jasa internet.

Layanan DNS biasa tidak dienkripsi, sehingga koneksi ke peladen bisa disadap atau bahkan diubah oleh pihak ketiga. Untuk mengatasi masalah ini, kita bisa menggunakan protokol DNS-over-HTTPS. Sayangnya belum banyak yang menawarkan layanan ini. Dua penyedia DNS-over-HTTPS terkenal adalah Google dan Cloudflare.

Mengganti penyedia DNS pada Android tidak mudah. Karena itu Anda harus memasang aplikasi khusus, seperti Intra dari Jigsaw, salah satu anak perusahaan Alphabet. Aplikasi ini akan otomatis mengalihkan permintaan DNS Anda ke peladen Google atau Cloudflare.

Tentunya permintaan Anda masih bisa dicatat oleh kedua server ini, namun Google dan Cloudflare menjanjikan bahwa informasi IP Anda hanya akan disimpan sementara (paling lama 24 jam).

Tag : tips digital
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top