Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IKLAN TELEKOMUNIKASI: Perubahan Ekspektasi Sebabkan Belanja Turun

BISNIS.COM, JAKARTA--Penurunan belanja iklan di sektor komunikasi dinilai disebabkan oleh pergeseran ekspektasi masyarakat pengguna. Saat ini, kualitas jaringan dan penawaran feature menjadi prioritas. Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 07 Maret 2013  |  04:18 WIB
IKLAN TELEKOMUNIKASI: Perubahan Ekspektasi Sebabkan Belanja Turun
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA--Penurunan belanja iklan di sektor komunikasi dinilai disebabkan oleh pergeseran ekspektasi masyarakat pengguna. Saat ini, kualitas jaringan dan penawaran feature menjadi prioritas.

Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Harris Thajeb mengatakan masyarakat sudah mulai kritis. Kebanyakan orang sudah tidak lagi berpatokan pada harga yang murah saat memilih penyedia layanan komunikasi.

“Banyaknya pengguna ponsel pintar di Indonesia membuat masyarakat lebih mementingkan kualitas sinyal dan kecepatan data untuk mengoptimalkan penggunannya. Hal ini direspon penyedia layanan dengan tidak lagi melakukan iklan perang tarif,” ujar Harris kepada Bisnis, Rabu (5/3/2013).

Berdasarkan data Nielsen, meskipun masih menjadi pengiklan terbesar di semua media pada 2012 dengan nilai lebih dari Rp4,9 triliun, tetapi tren belanja iklannya mengalami penurunan hingga 15% dibandingkan dengan 2011.

Dua tahun lalu belanja iklan sektor telekomunikasi di semua media mencapai Rp5,8 triliun. Rata-rata perusahaan telekomunikasi banyak yang mengiklankan di media televisi dibandingkan dengan surat kabar.

Porsi belanja iklan di televisi sebesar Rp3,3 triliun, sedangkan di surat kabar hanya Rp1,4 triliun. Semuanya mengalami kecenderungan menurun pada 2011, masing-masing 10% dan 25,2%.

Ke depan, imbuhnya, masyarakat akan lebih kritis dalam memilih penyedia layanan telekomunikasi. Dampaknya, sektor telekomunikasi tidak akan intensif melakukan belanja iklan.

Perusahaan dituntut untuk lebih mengalokasikan anggarannya pada pengembangan layanan berbasis data dan me-maintance segmen pasar produk mereka. Porsi belanja iklan bisa lebih terdistribusi merata pada majalah, daring, maupun gerai mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nielsen iklan telekomunikasi p3i harris thajeb

Sumber : Rio Sandy Pradana

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top