Tak dibayar 8 bulan, CP banting setir usaha kompor nabati

JAKARTA: Malang benar nasib content provider, usahanya yang 'ditutup' paksa oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) membuat operator seperti Telkomsel tidak membayar jasanya sebesar 50% Juli-Oktober dan 100% periode November-Maret.
Lingga Sukatma Wiangga | 04 April 2012 14:30 WIB

JAKARTA: Malang benar nasib content provider, usahanya yang 'ditutup' paksa oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) membuat operator seperti Telkomsel tidak membayar jasanya sebesar 50% Juli-Oktober dan 100% periode November-Maret.

 

Iqbal Farabi, pemilik CP Benang Komunika Infotama, mengatakan CP sudah kehabisan darah dalam mengendalikan operasional bisnisnya, sementara tindakan operator yang menahan jatah pembayaran CP adalah tidak masuk akal.

 

"Yang bisa dilakukan ya terpaksa banting setir menjalankan usaha kompor nabati. kalau yang CP modal pas-pasan sudah pasti mati," tegasnya.

 

Iqbal, di bawah bendera PT Tiara Sakti Perada (TSP) memang meluncurkan kompor berbahan bakar nabati bernama “Jelantah”. Kompor nabati itu menggunakan bahan bakar berbagai macam jenis minyak, seperti minyak bekas hasil menggoreng makanan (jelantah), minyak goreng curah, minyak nyamplung, minyak jarak, minyak kopra, dan sebagainya.

 

Menurut seorang eksekutif CP, penahanan pembayaran jatah content provider itu merupakan desakan dari Panja Mafia Pulsa. Ketika dikonfirmasi, Wakil Ketua Panja Mafia Pulsa Roy Suryo membantahnya.

 

"Wah itu pasti oknum DPR yang tahu dan 'dapat bagian' mas. Bongkar!" ujarnya lewat BlackBerry Messenger.(api)

 

>> BACA JUGA:

Rupiah anjlok

Tag :
Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top