YouTube Hapus Konten Berbahaya di Tengah Eskalasi Aksi Demo di Indonesia

Denis Riantiza Meilanova
Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:08 WIB
Ilustrasi Youtube/Reuters
Ilustrasi Youtube/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - YouTube mengambil sejumlah langkah antisipatif dengan membendung konten berbahaya di tengah memanasnya situasi politik di Indonesia.

Perwakilan YouTube menyatakan bahwa pihaknya melakukan penghapusan konten berbahaya yang melanggar Pedoman Komunitas.

"Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan di Indonesia, tim kami bekerja tiada henti untuk mengidentifikasi dan menghapus konten berbahaya yang melanggar Pedoman Komunitas," tulis perwakilan YouTube dalam pernyataan resminya, Minggu (31/8/2025).

YouTube akan memprioritaskan penyebaran konten berita dari sumber terpercaya, menampilkannya secara menonjol di beranda YouTube, hasil penelusuran, serta rekomendasi.

Perwakilan YouTube menegaskan bahwa langkah-langkah ini diambil untuk melindungi dan menjaga keselamatan masyarakat Indonesia.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan komunitas, dan kami akan terus memastikan YouTube mengambil langkah-langkah untuk melindungi komunitas kami serta tetap menjadi platform yang terpercaya bagi semua masyarakat Indonesia," kata perwakilan YouTube.

Mengutip Pedoman Komunitas YouTube, konten berbahaya yang dimaksud, di antaranya konten-konten ujaran kebencian, kekerasan vulgar, serangan berbahaya, hingga konten yang mendorong tindakan berisiko atau berbahaya.

Sebelumnya, TikTok juga mematikan fitur Live saat aksi demonstrasi marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Juru bicara TikTok menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai pengamanan sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia.

"Sebagai bagian dari langkah ini, kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia. Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada," ujar Juru Bicara TikTok melalui pesan singkat kepada Bisnis, Sabtu (30/8/2025).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami