Kinerja Uber Cemerlang 2023, Grab atau GOTO Bakal Mengikuti?

Redaksi
Rabu, 21 Februari 2024 | 17:28 WIB
Ilustrasri - uber Taxi/mises.org
Ilustrasri - uber Taxi/mises.org
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis transportasi online menjadi perhatian belakangan ini seiring dengan kinerja apik yang dicatatkan oleh Uber, platform taksi online asal Amerika Serikat, pada 2023. Menimbulkan pertanyaan mengenai kinerja pemain ride hailing dalam negeri lain seperti Grab dan GOTO

CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan 2023 menjadi titik perubahan bagi perusahaan, seiring dengan pertumbuhan kuat dan menguntungkan dalam skala besar yang dibukukan.

Uber mengeklaim mencatatkan pertumbuhan jumlah pengguna pada 2023 dibandingkan dengan 2022. 

“Pengguna kami kini lebih besar dan lebih terlibat dibandingkan sebelumnya, dengan platform kami yang mendukung rata-rata hampir 26 juta perjalanan setiap hari pada 2023,” kata Dara, dikutip Rabu (21/2/2024). 

Sementara itu, CFO Prashanth Mahendra-Rajah mengatakan bahwa keunggulan platform Uber dan investasi untuk mengejar peluang pertumbuhan baru menghasilkan rekor keterlibatan dan percepatan Pemesanan Bruto pada kuartal IV/2023. Perusahaan berhasil mencetak laba untuk pertama kali. 

Untuk diketahui pada 2023, Pemesanan Kotor Uber tumbuh 22% tahun-ke-tahun (YoY) menjadi US$37,6 miliar. Kemudian Pemesanan Kotor Mobilitas sebesar US$19,3 miliar atau tumbuh 29% YoY. 

Dari sisi perjalanan, Uber mencatat perjalanan selama kuartal IV/2023 tumbuh 24% YoY menjadi 2,6 miliar atau rata-rata sekitar 28 juta perjalanan per hari.

Pertumbuhan perjalanan mengerek pertumbuhan pendapatan sebesar 15% YoY menjadi US$9,9 miliar, dengan pendapatan gabungan Mobilitas dan Pengiriman tumbuh 22% YoY menjadi US$8,7 miliar. 

Kemudian, pendapatan dari operasional sebesar US$652 juta, naik US$794 juta YoY dan US$258 juta quarter-over-quarter (QoQ).

Laba bersih yang diatribusikan kepada Uber Technologies, Inc. berjumlah $1,4 miliar, yang mencakup keuntungan bersih (sebelum pajak) sebesar $1,0 miliar yang terutama disebabkan oleh keuntungan bersih yang belum direalisasi terkait dengan revaluasi investasi ekuitas Uber. EBITDA yang disesuaikan sebesar $1,3 miliar, naik $618 juta YoY.

Sementara itu di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Grab dan Gojek masih belum melaporkan kinerja 2023. 

Grab Holdings Limited berencana mengumumkan kinerja kuartal keempat dan setahun penuh tahun 2023 yang tidak diaudit sebelum pasar AS dibuka pada 22 Februari 2024. Artinya hari ini. 

mengutip website resmi Grab, perusahaan berbasis Singapura ini membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 61% YoY menjadi US$$615 juta pada kuartal III/2023.  Sementara itu, EBITDA berbalik positif untuk pertama kalinya menjadi US$29 juta untuk kuartal III/2023 dibandingkan dengan negatif US$161 juta untuk periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Belum diketahui apakah Grab akan melanjutkan pencapaian atau tidak. 

Sementara itu GOTO mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp10,51 triliun. Posisi ini lebih tinggi 31,18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,96 triliun.  

Adapun beban dan biaya yang ditanggung GOTO juga ikut turun menjadi Rp19,31 triliun dari sebelumnya sebesar Rp30,72 triliun. Alhasil, rugi bersih berkurang menjadi Rp9,54 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp20,12 triliun. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper