Amazon PHK Lagi, 5% Karyawan Divisi Buy with Prime Terdampak

Crysania Suhartanto
Sabtu, 20 Januari 2024 | 15:04 WIB
CEO Amazon Jeff Bezos semakin kaya saat pandemi virus Corona (Covid-19)./Intheblack
CEO Amazon Jeff Bezos semakin kaya saat pandemi virus Corona (Covid-19)./Intheblack
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Jasa logistik Buy with Prime milik raksasa teknologi Amazon melakukan efisiensi karyawan. Kali ini PHK disebut berdampak pada sekitar 5% atau 30 pekerja di unit Buy with Prime. 

“Kami secara teratur meninjau struktur tim kami dan melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan bisnis. Setelah peninjauan baru-baru ini, kami telah membuat keputusan sulit untuk menghilangkan sejumlah kecil peran di unit Buy with Prime,” ujar juru bicara Amazon, dikutip dari TechCrunch, Sabtu (20/1/2024).

Diketahui, pekerja yang terdampak akan menerima gaji dan tunjangan selama 60 hari serta bantuan dari Amazon untuk mendapatkan posisi baru di perusahaan. 

Sebagai informasi, Buy with Prime pertama kali diluncurkan pada 2022. Layanan ini memberikan pemenuhan dan pengiriman barang melalui jaringan logistik Amazon, tanpa harus menjadi mitra e-commerce Amazon.

Pada saat itu, Amazon mengatakan unit tersebut akan menjadi prioritas utama dan akan terus menginvestasikan sumber daya yang signifikan di divisi tersebut. Namun, memang tidak disebutkan secara spesifik jumlah karyawan yang menjadi bagian dari unit ini. 

Diketahui, ini sudah kesekian kalinya pada 2024 Amazon memberhentikan karyawannya. Sebelumnya, situs streaming milik raksasa teknologi Amazon yakni Twitch melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 35% stafnya. Kebijakan PHK ini disebut menjangkau sekitar 500 pekerja.

Langkah PHK dilakukan di tengah kekhawatiran atas kerugian di Twitch dan setelah beberapa eksekutif puncak meninggalkan perusahaan hanya dalam kurun beberapa bulan.

“Selama setahun terakhir, kami telah berupaya membangun bisnis yang lebih berkelanjutan sehingga Twitch akan hadir dalam jangka panjang dan sepanjang tahun ini kami telah memangkas biaya dan membuat banyak keputusan agar lebih efisien,” jelas Clancy, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (11/1/2024).

Kemudian, hanya selang beberapa hari, Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan. Kali ini, PHK dilakukan terhadap ratusan pekerja Prime Video dan MGM Studio.

Senior Vice President divisi terkait, Mike Hopkins, mengumumkan pengurangan tenaga kerja melalui surat elektronik (surel) pada Rabu (10/1/2024), karena perusahaan mengurangi atau menghentikan investasi di sektor tertentu.

“Alasan pengurangan untuk mengurangi atau menghentikan investasi di bidang tertentu sambil meningkatkan investasi kami dan fokus pada konten dan inisiatif produk yang memberikan manfaat. dampak paling besar,” kata Hopkins, dikutip dari Tech Crunch, Kamis (11/1/2024).

Selain itu, dikutip dari TechCabal, Amazon yang juga merupakan platform streaming film kedua terbesar di Afrika ini juga tengah merestrukturisasi model bisnisnya untuk fokus di pasar Eropa.

Alhasil, Amazon juga akan mengurangi produksi konten lokalnya di Afrika sub-Sahara, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper