Daftar Perusahaan & Instansi yang Nyatakan Patuh pada SE Menkominfo Etika AI

Crysania Suhartanto
Jumat, 19 Januari 2024 | 21:03 WIB
Direktur Kemenkominfo I Nyoman Adhiarna (dari kiri), Direktur Eksekutif ELSAM Wahyudi Djafar, National Technology Officer Microsoft Indonesia Panji Wasmana, mengikuti diskusi Sarasehan Nasional AI bertema Memperkuat Komitmen Etika dalam Tata Kelola Kecerdasan Artifisial untuk Akselerasi Ekonomi Digital di Jakarta, Jumat (19/1/2024).
Direktur Kemenkominfo I Nyoman Adhiarna (dari kiri), Direktur Eksekutif ELSAM Wahyudi Djafar, National Technology Officer Microsoft Indonesia Panji Wasmana, mengikuti diskusi Sarasehan Nasional AI bertema Memperkuat Komitmen Etika dalam Tata Kelola Kecerdasan Artifisial untuk Akselerasi Ekonomi Digital di Jakarta, Jumat (19/1/2024).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah perusahaan dan lembaga pemerintahan memberikan komitmen dan dukungan secara sukarela pada Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika (SE Menkominfo) tentang Etika Kecerdasan Buatan. 

Untuk diketahui, ELSAM bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Bisnis Indonesia, dan Atmajaya Institute of Public Policy meny elenggarakan Sarasehan AI Nasional pada Jumat, 19 Januari 2024, di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta.

Acara ini dihadiri para pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, ahli, kelompok masyarakat sipil, dan praktisi industri teknologi. Beberapa stakeholder tersebut antara lain Microsoft, IBM, Telkomsel, Huawei, BRIN, AWS, Feedloop, Botika, BSSN, Alibaba, Goto, serta beberapa perwakilan negara asing seperti Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kedutaan Besar Singapura.

Beberapa perusahaan yang hadir tersebut memberikan komitmen dan dukungan sukarela terhadap SE tentang Etika Kecerdasan Buatan, seperti Microsoft, Feedloop dan lain sebagainya. 

Wakil Menteri Kemenkominfo Nezar Patria mengatakan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang makin masif menimbulkan dampak positif dan negatifnya tersendiri. 

Oleh karena itu, kata Nezar, ini menjadi tugas pemerintah untuk memaksimalkan keuntungan dan mengurangi dampak negatifnya. Hal inipun dilakukan dengan menerbitkan surat edaran (SE) terkait etika AI. 

Sekalipun bersifat soft regulation, kata Nezar SE ini merupakan dasar dari regulasi selanjutnya yang lebih bersifat mengikat. Selain itu, menurut Nezar, setidaknya ada empat dampak penting dengan adanya tata kelola AI. 

Pertama adalah untuk menjamin persaingan usaha yang lebih sehat. Menurutnya, kehadiran teknologi baru cenderung didominasi oleh sejumlah raksasa teknologi. 

“Saya kira, ini akan menjadi sangat serius. Jika tidak segera diantisipasi karena kemampuannya yang melebihi prediksi, AI akan menghasilkan konsekuensi yang tidak diinginkan,” ujar Nezar pada acara Sarasehan Nasional AI yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo, Elsam, Atma Jaya, dan Bisnis Indonesia, Jumat (19/1/2024).

Daftar Perusahaan & Instansi yang Nyatakan Patuh pada SE Menkominfo Etika AI

Kemudian, Nezar mengatakan dampak selanjutnya adalah pengaturan terkait angkatan kerja yang akan digantikan oleh AI. Menurutnya, berdasarkan riset ada sekitar 14% potensi pekerjaan yang akan tergantikan oleh AI. 

Oleh karena itu, dengan adanya tata kelola AI, hal ini akan dimitigasi risiko terburuknya.

Selanjutnya, Nezar mengatakan regulasi AI ini akan melindungi konsumen. Nezar mengaku dengan kehadiran AI, pelaku bisnis akan menggunakan algoritma untuk menyasar konsumen yang sangat tersegmentasi untuk meningkatkan keuntungan bisnis.

Namun, seringkali yang didapatkan oleh para pelaku bisnis bukan hanya informasi yang menguntungkan perusahaannya, melainkan juga data pribadi pelanggan. 

“Tata kelola AI juga perlu dibentuk demi melindungi individu dan institusi terhadap privasi yang dilakukan secara berlebihan oleh pelaku bisnis dan bias yang dihasilkan oleh teknologi tersebut,” ujar Nezar.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Lebih lanjut, selain manfaat bagi ekosistem digital, SE etika AI ini juga berdampak positif bagi industri yang mematuhi regulasi tersebut. Sebagai salah satu perusahaan teknologi multinasional yang memberikan dukungan dan komitmen sukarela tersebut, Microsoft menilai SE akan membuat perusahaan menjalankan AI dengan prinsip-prinsip yang bertanggung jawab. 

“Harapannya, platformnya teknologi Microsoft sudah mengikuti responsible AI, teman-teman lain yang berinovasi di atasnya bisa melakukan hal yang sama,” ujar Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir kepada Bisnis, Jumat (19/1/2024). 

Senada, Marketing Manager perusahaan software AI, Feedloop AI Baez Risty mengatakan dengan komitmen perusahaan pada SE Etika AI, hal ini akan meningkatkan nilai perusahaan. 

“Justru dengan adanya SE ini, kita bisa memberikan pandangan dan kepercayaan pada customer bahwa kita memenuhi SE ini, sehingga ketika menggunakan jasa kami, tidak perlu takut pada data security, karena kami sudah taat pada SE ini,” ujar Baez.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper