Twitter Batasi Akses Pengguna, 3 Aplikasi Ini Bisa Jadi Alternatif!

Lydia Tesaloni Mangunsong
Senin, 3 Juli 2023 | 13:23 WIB
Ilustrasi logo Twitter dan foto Elon Musk./Reuters-Dado Ruvic
Ilustrasi logo Twitter dan foto Elon Musk./Reuters-Dado Ruvic
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – CEO Twitter, Elon Musk melakukan pembatasan jumlah cuitan yang bisa dilihat pengguna per harinya pada Sabtu (1/3/2023).

Kini pengguna akun Twitter terverifikasi hanya bisa melihat 10.000 postingan per hari. Adapun, akun tidak terverifikasi seribu postingan per hari dan akun baru 500 postingan per harinya.

Musk mengungkapkan, langkah ini diambil sebagai langkah pencegahan data scraping yang akan menganggu pengalaman pengguna dalam mengakses Twitter.

Sejumlah pengguna menyayangkan kebijakan baru ini. Melansir Gizchina, Senin (3/7/2023), kebijakan ini akan mempengaruhi pengalaman pengguna dan bahkan mempengaruhi Twitter sendiri.

Pengguna akan kesulitan mengikuti update informasi dari Twitter, terkhususnya dari akun-akun yang diikuti di Twitter. Hal ini nantinya juga bisa mempengaruhi jumlah pengguna aktif Twitter.

Menanggapi keterbatasan Twitter saat ini, para pengguna berusaha mencari alternatif lain. Misalnya, dengan memanfaatkan Twitter Lite. Namun diketahui, Twitter versi “hemat” ini tidak membuat pengguna keluar dari kebijakan pembatasan.

Namun, terdapat sejumlah platform lain yang bisa dimanfaatkan untuk tetap merasakan pengalaman bermedia sosial di Twitter.

Berikut 3 aplikasi media sosial yang dapat menjadi alternatif Twitter:

1. Bluesky

Bluesky merupakan platform jejaring sosial yang memiliki sejumlah fitur yang mirip dengan fitur khas Twitter. Pengguna dapat membagikan teks singkat dan foto, saling membalas di postingan, dan membagikan ulang postingan orang lain.

Melansir dari The New York Times, aplikasi Bluesky memiliki sedikit perbedaan dari Twitter. Pimpinan Eksekutif Bluesky Jar Graber mengatakan, Bluesky memiliki sistem yang terdesentralisasi, yang mana pengguna nantinya dapat membuat aplikasi dan komunitas sendiri.

Setelah kebijakan pembatasan Twitter berlaku, banyak pengguna berbondong-bondong “pindah” ke Bluesky. Melansir TheVerge, banyaknya pengguna baru di Bluesky menciptakan gangguan pada performa platform tersebut. Imbasnya, Bluesky menghentikan sign up akun untuk sementara.

2. Mastodon

Hampir serupa dengan Bluesky, Mastodon yang diluncurkan pada tahun 2016 ini merupakan platform dengan sistem desentralisasi. Tidak seperti Twitter yang hanya memungkinkan penggunanya melihat konten dari Twitter, pengguna Mastodon lebih diarahkan untuk membentuk komunitas pada server yang terpisah satu sama lain.

Meskipun memiliki ciri khas Twitter yang bisa memposting teks dalam jumlah terbatas dan mencantumkan foto serta video di dalamnya, pengalaman pengguna Mastodon juga mirip dengan Discord. Mastodon menampilkan postingan secara kronologis, tidak seperti Twitter yang berdasarkan algoritma.

3. Hive Social

Aplikasi yang diluncurkan pada tahun 2019 ini menggabungkan konsep tiga media sosial sekaligus, yakni Twitter, Instagram, dan MySpace, yang mana penggunanya dapat mengunggah foto, video, dan teks, di saat yang sama juga memiliki fitur unggah ulang seperti retweet di Twitter serta personalisasi musik.

Hive Social memiliki fitur pencarian berdasarkan topik dan timeline dengan algoritma kronologis yang lebih sederhana. Diketahui, saat Twitter diakuisisi oleh Elon Musk, platform ini mengalami lonjakan sign up.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper