Pendapatan Iklan YouTube Turun 7,8 Persen pada Kuartal IV/2022

Taufan Bara Mukti
Senin, 6 Februari 2023 | 11:03 WIB
Logo youtube/Akbar Evandio
Logo youtube/Akbar Evandio
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Pendapatan iklan platform video digital YouTube mengalami penurunan pada kuartal IV/2022. Namun, total pelanggan YouTube Premium meningkat.

Alphabet, perusahaan yang menaungi Google dan YouTube, merilis laporan keuangan kuartal IV/2022.

Dalam laporan yang dikutip dari Variety, total pendapatan Alphabet, termasuk YouTube dan Google, pada periode tersebut sebesar US$76,05 miliar atau meningkat 1 persen dari tahun lalu.

Pendapatan bersih YouTube mencapai US$13,62 miliar. Jumlah itu menurun 34 persen dari kuartal IV/2021 yang sebesar US$20,6 miliar.

Dari pendapatan iklan, YouTube juga mengalami penurunan sekitar 7,8 persen. Pada kuartal terakhir 2022, platform tersebut meraup US$7,96 miliar. Adapun pada 2021 pendapatan iklan YouTube mencapai US$8,63 miliar.

Penurunan cuan yang didapat YouTube dari iklan menjadi perhatian serius. Terutama di tengah popularitas kompetitor seperti TikTok dan Instagram.

"YouTube di dua kuartal berturut-turut mengalami penurunan pendapatan iklan, sangat mengkhawatirkan apabila melihat popularitas kompetitor dengan layanan serupa, seperti TikTok dan Facebook Reels (yang juga memiliki) konten video pendek," tutur analis teknologi dan media dari PP Foresight, Paolo Pescatore, dikutip dari Variety.

Di sisi lain, CEO Google Sundar Pichai tak khawatir dengan penurunan pendapatan iklan dari YouTube.

Sebab, dikatakan Pichai, jumlah pelanggan YouTube Premium menalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pada November 2022, YouTube mengumumkan bahwa pelanggan YouTube Musik dan YouTube Premium telah mencapai 80 juta orang.

"Perusahaan tengah melakukan perubahan signifikan untuk meningkatkan seluruh aspek dari struktur biaya kami," ujar Chief Financial Officer (CFO) Alphabet, Ruth Porat.

Konten video pendek atau YouTube Shorts sudah ditonton lebih dari 50 miliar kali setiap hari. Jumlah itu naik 30 persen dibanding awal 2022.

Kreator YouTube Shorts juga sudah bisa memonetisasi karyanya dengan mendapat pendapatan sebesar 45 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper