Pandemi Melambat, Belanja IT Manufaktur Ikut Melandai?

Leo Dwi Jatmiko
Sabtu, 4 Februari 2023 | 22:30 WIB
Ilustrasi teknologi informasi atau IT/ Freepik.
Ilustrasi teknologi informasi atau IT/ Freepik.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Digitalisasi atau teknologi informasi di sektor manufaktur diyakini masih akan terjadi kendati pandemi Covid-19 dan mobilitas masyarakat telah berjalan normal. Industri membutuhkan bantuan mesin untuk pekerjaan-pekerjaan kritis dan memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan. 

Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya mengatakan permintaan solusi internet of things atau internet untuk segalanya di industri manufaktur diperkirakan akan terus meningkat. 

Jumlah manufaktur cerdas (smart manufaktur) akan terus bertambah sejalan dengan digitalisasi yang mereka lakukan sejak 2021 atau saat pandemi Covid-19. 

“Tahun ini sejalan dengan transformasi digital yang telah dijalankan sejak 2021-2022 tentunya masih terus berkembang dengan laju pertumbuhan hingga 15 persen per tahunnya,” kata teguh kepada Bisnis, Sabtu (4/2/2023). 

Teguh menambahkan solusi IoT yang menawarkan efisiensi biaya operasional, dan meningkatkan produktivitas, kualitas serta pendapatan akan dilirik oleh manufaktur di Tanah Air.

Sebelumnya Asioti memperkirakan pada 2022 jumlah perangkat IoT di Indonesia yang terhubung dengan internet akan mencapai 400 juta perangkat, dengan pangsa pasar mencapai Rp444 triliun. 

Dari jumlah perangkat yang terhubung, sektor manufaktur menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 16 persen, diikuti dengan sektor  kesehatan (15 persen), sektor asuransi (11%) dan sektor perbankan serta sekurita (10%).  

“[Pertumbuhan perangkat IoT pada 2022] masih inline dengan prediksi kami yang akan mencapai 678 juta sensor pada 2025,” kata Teguh. 

Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan permintaan sensor IoT di sektor manufaktur masih tinggi. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Ian, sejumlah manufaktur sangat mengandalkan perangkat IoT dan robot untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang kritis dan berisiko tinggi terhadap keselamatan pekerja.

Adapun tantangan bagi perusahaan yang menghadirkan solusi IoT bagi sektor manufaktur, menurut Ian, adalah menghadirkan solusi yang benar-benar andal. 

“Sistem IoT dengan fault tolerant yang kecil/tidak boleh ada kesalahan, juga solusi IoT yang membuat rantai produksi bisa tepat waktu,” kata Ian. 

Bidik Pelanggan Mesin

Pada perkembangan lain, operator seluler terus menghadirkan solusi IoT yang relevan dengan kebutuhan industri. Operator melihat bahwa pertumbuhan di sektor Iot masih sangat luas dan berpotensi menambah pundi-pundi pelanggan loyal. 

Direktur & Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison Danny Buldansyah mengatakan untuk memaksimalkan peluang di segmen korporasi, perusahaan akan menerapkan strategi kemitraan atau partnership. 

“Partnership menjadi peran utama. Indosat sudah berbicara dengan banyak pemain besar di industri untuk masuk masuk ke pasar enterprise,” kata Danny. 

Sementara itu Telkomsel menghadirkan beragam solusi IoT melalui Telkomsel Enterprise, di mana salah satunya adalah solusi IoT Smart Manufacturing. 

Sebagai one stop solution, solusi ini akan mentransformasi rantai suplai perusahaan dari hulu ke hilir menjadi terintegrasi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas dan keamanan operasional. 

Direktur Sales Telkomsel Adiwinahyu B. Sigit menjelaskan layanan Telkomsel Smart Manufacturing mencakup layanan production control & monitoring, overall equipment efficiency (OEE), quality control using computer vision, traceability, warehouse management, manufacturing execution system (MES) dengan menyediakan data platform.

Dia juga mengatakan melalui unit bisnis Telkomsel Enterprise, perseroan berkomitmen untuk menjadi rekan yang siap mendampingi para pelaku bisnis dalam melejitkan pertumbuhan bisnis melalui transformasi digital. 

“Ragam solusi inovatif, baik horizontal maupun vertikal, terus kami kembangkan berdasarkan tren industri dan kebutuhan para pelaku bisnis. Kami berharap dapat membuka peluang lebih banyak bagi para pelanggan korporat untuk berkolaborasi dan berakselerasi maju,” kata Sigit. 

Salah satu implementasi IoT Telkomsel adalah di sektor pertambangan Telkomsel belum lama menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan kontraktor pertambangan PT Putra Perkasa Abadi (PPA), perihal pengembangan solusi pertambangan cerdas (Smart Mining) dan jaringan privat (private network). 

Sebelumnya di industri pertabangan, Telkomsel juga telah menerapkan solusi 5G Underground Smart Mining pertama di Indonesia pada September 2022 bersama PT Freeport Indonesia dan MIND ID. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Telkomsel dan PPA dilakukan saat Telkomsel Enterprise Solution Day 2023. 

Di industri telekomunikasi global, teknologi pertambangan cerdas bukanlah hal baru. Teknologi ini sudah terbukti efektif diterapkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Swedia dan Rusia. Sementara itu pertambangan cerdas yang diterapkan Telkomsel di Freeport Indonesia dan PPA merupakan yang pertama di Asia Tenggara. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper