Kaspersky: RI Urutan ke-4 Global dengan Ancaman Seluler Terbanyak

Rahmi Yati
Senin, 31 Oktober 2022 | 14:43 WIB
Ilustrasi kejahatan siber./Reuters-Kacper Pempel
Ilustrasi kejahatan siber./Reuters-Kacper Pempel
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kaspersky menyatakan Indonesia berada di peringkat ke-4 secara global dalam hal ancaman seluler. Pasalnya, selama semester I/2022, terdapat sebanyak 79.442 serangan malware yang menargetkan perangkat seluler di Tanah Air.

"Untuk 6 bulan pertama tahun 2022 saja, Indonesia berada di peringkat ke-4 secara global dalam hal ancaman seluler," kata General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong, Senin (31/10/2022).

Dia menyebut, jumlah itu tidak termasuk adware dan riskware. Total serangan itu juga turun 66 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021, yakni sebanyak 232.483 deteksi.

Namun begitu, sambung Yeo, masih terlalu dini untuk menganggap ancaman mobile malware tidak berbahaya. Kaspersky melihat kemampuan penjahat siber untuk menyebarkan elemen berbahaya ini dengan menciptakan skema yang makin beragam.

"Hal ini dibuktikan dengan temuan Kaspersky bahwa banyak aplikasi palsu yang berbeda didistribusikan melalui toko aplikasi resmi. Tidak jarang aplikasi yang diterbitkan di toko disertai dengan peringkat yang sempurna dengan semua ulasan palsu positif yang diposting di halaman," ujar dia.

Adapun, Yeo memerinci, pakar keamanan Kaspersky baru-baru ini mengungkapkan bahwa kampanye kriminal siber aktif yang menargetkan pengguna perangkat seluler di wilayah Asia Tenggara, di antaranya Harly, Anubis, dan Roaming Mantis. 

Harly adalah Trojan subscriber yang menargetkan pengguna di negara-negara Asia Tenggara. Trojan tersebut dapat membuat pengguna berlangganan layanan berbayar tanpa sepengetahuan mereka. 

Sementara itu, Anubis menggabungkan Trojan mobile banking dengan fungsionalitas ransomware untuk memeras lebih banyak uang dari korbannya, sedangkan Roaming Mantis merupakan kelompok terkenal yang secara aktif menargetkan pengguna Android dan iOS.

“Ini menunjukkan bahwa terlepas dari jenis perangkat yang kita gunakan, penjahat dunia maya dapat menginfeksi ponsel cerdas kita, kemudian mencuri semua data dan uang di dalamnya dan bahkan mengakses atau bahkan menghapus pesan, email, foto pribadi, dan lainnya," tutur Yeo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper