Mengenal Perbedaan Jaringan 3G, 4G, 5G dan Proyeksi Penerapan 6G

Oktaviano DB Hana
Minggu, 30 Oktober 2022 | 23:59 WIB
Ilustrasi jaringan internet 3G, 4G, dan 5G/freepik
Ilustrasi jaringan internet 3G, 4G, dan 5G/freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan dan kualitas layanan internet ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk ke wilayah di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T).

Hal itu antara lain dilakukan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama para operator seluler yang berupaya mempercepat pembangunan BTS 4G di daerah 3T.

Pemerintah melalui BAKTI dan operator seluler tercatat membangun 9.113 BTS 4G di wilayah 3T demi mengikis habis kesenjangan digital.

Namun, apakah Anda tahu perbedaan dari jaringan 3G, 4G, dan bahkan 5G dan 6G yang menjadi generasi jaringan berikutnya?

Secara umum, istilah tersebut menandakan kekuatan sinyal yang memengaruhi kecepatan koneksi jaringan internet. Huruf ‘G’ pada istilah tersebut pun merupakan kepanjangan dari generation atau generasi.

Dengan begitu, angka pada istilah itu menjadi penanda dari pembaruan jaringan interkoneksi internet.

Dilansir Rantcell, jaringan 3G yang mulai diperkenalkan pada 2001 menjadi awal mula internet dapat diakses melalui telepon genggam. Pada saat itu, Blackberry dan Apple merupakan merek gawai yang paling memanfaatkan teknologi ini.

Standar 3G menggunakan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) sebagai arsitektur jaringan intinya. Jaringan 3G menggabungkan aspek jaringan 2G dengan teknologi dan protokol baru untuk memberikan kecepatan data yang jauh lebih cepat.

Jaringan ini beroperasi pada kisaran 2100 MHz dan memiliki bandwidth 15-20 MHz. Kecepatan yang dihasilkan jaringan 3G adalah hingga 2 megabyte per second (Mbps).

Jelang berakhirnya dekade 2000-an, generasi jaringan berikutnya yakni 4G akhirnya hadir. Jaringan generasi ini mampu melakukan transfer data hingga 1 gigabyte per second (Gbps) atau 1.000 Mbps.

Selanjutnya, generasi jaringan ini berevolusi dengan kehadiran 4G LTE yang mampu menghadirkan koneksi internet yang sangat cepat dan aman.

Memasuki dekade 2020-an, jaringan interkoneksi kedatangan generasi baru yakni 5G. Layanan ini sudah tersedia di berbagai negara, termasuk di Indonesia, kendati masih terbatas di area perkotaan.

Kecepatan jaringan 5G mencapai 10 kali lebih cepat ketimbang 4G. Dengan kata lain, kecepatan jaringan generasi terbaru ini mencapai 10Gbs.

Jaringan ini memiliki bandwidth yang besar, proses yang lebih singkat dan koneksi yang luas dibandingkan dengan 4G.

Jaringan 6G

Dengan pesatnya perkembangan teknologi, penerapan generasi jaringan berikutnya atau 6G diperkirakan dapat terealisasi sebelum 2030.

Dilansir dari laman resmi BAKTI, sejumlah peneliti mulai memperkirakan kelebihan utama jaringan 6G dibandingkan generasi sebelumnya.

Terkait kecepatan, 6G digadang-gadang memiliki kecepatan transfer data 1 terabyte per second (Tbps) atau 1.000 Gbps. Dengan kata lain, Anda dapat mengunduh 100 film dalam waktu satu detik.

Di sisi lain, jaringan dengan teknologi 6G juga akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk mendukung penggunaan oleh publik. Nantinya tak hanya kecepatan transfer data yang akan menjadi ukuran, namun kapasitas penampungan perangkat juga akan diperhitungkan.

Pada 2030 diperkirakan perangkat yang terhubung dengan jaringan internet akan tumbuh menjadi 50.000.000.000 perangkat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper