Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sea Group Kembali Lakukan PHK, Kali Ini Tim Garena Kena Pangkas

Terdapat 40 karyawan yang terkena PHK dari aplikasi streaming langsung game Booyah!
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 07 September 2022  |  16:40 WIB
Sea Group Kembali Lakukan PHK, Kali Ini Tim Garena Kena Pangkas
Product Manager Garena Eldwin Pradipta aaat peluncuran Speed Drifters di Jakarta, Senin (14/1). - Bisnis/Rahmad Fauzan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sea Group Ltd, induk dari Shopee, SeaMoney dan Garena kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk kedua kalinya di tahun ini.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (7/9/2022) , Sea Group melakukan PHK pada tentakel bisnis Garena, lini gim miliknya. Sea Group berencana untuk mengurangi jumlah karyawan di divisi Garena yang paling menguntungkan dan dalam divisi research and development.

Terdapat 40 karyawan yang terkena PHK dari dari aplikasi streaming langsung game Booyah!, termasuk juga tim yang terlibat dalam manajemen produk dan jaminan kualitas.

Perusahaan yang berbasis di Singapura itu juga akan menutup beberapa usaha eksperimentalnya pada unit R&D Sea Labs, di mana Sea Group akan melepaskan  sekitar selusin karyawan yang bekerja di berbagai bidang seperti cloud publik dan blockchain.

Belum lama ini pun, Shopee baru saja membatalkan beberapa  tawaran pekerjaan di seluruh peran teknologi. “Kami terus fokus pada kekuatan jangka panjang ekosistem kami. Sejalan dengan ini, kami telah membuat beberapa perubahan untuk meningkatkan efisiensi dalam operasi kami yang berdampak pada sejumlah peran,” kata Sea dalam sebuah pernyataan email.

Bloomberg mencatat, sebelumnya Sea Group memiliki 67.300 karyawan pada akhir  2021, dua kali lipat jumlah karyawannya tahun sebelumnya, menurut laporan tahunan terbaru perusahaan.

Adapun pada bulan Juni lalu, Shopee, e-commerce dan penyokong utama Sea group melakukan PHK di kawasan Asia Tenggara dan menutup layanan di beberapa negara. Hal ini dikarenakan meningkatnya persaingan dan skeptisisme investor memaksa perusahaan untuk mengalihkan fokus ke peningkatan profitabilitas.

Berdasarkan laporan keuangan milik Sea Group di laman resmi, pendapatan Sea Group pada kuartal II/2022 mencapai US$2,94 miliar atau senilai Rp43.853 triliun. 

Hal ini dikarenakan pendapatan Shopee, e-commerce milik Sea Group naik menjadi 51 persen yoy atau  US$1,75 miliar atau senilai Rp26.103 triliun pada kuartal II 2022. Di mana pada periode yang sama tahun lalu, Shopee mencatatkan pendapatan senilai  US$1,16 miliar atau senilai Rp17.302 triliun.

Selain itu, pendapatan Sea Money meningkat drastis menjadi 214 persen yoy dari sebelumnya US$88,7 juta atau senilai Rp1,312 triliun menjadi US$279 juta atau senilai Rp4,162 triliun.Adapun, Garena, bisnis gim milik Sea Group mencatatkan penurunan untuk tiga kuartal berturut -turut sebesar 12 persen atau US$ 900,3 juta atau Rp13.430 triliun, di mana pada periode yang sama pada tahun lalu Garena mencatatkan pendapatan sebanyak  US$1,02 miliar atau senilai Rp15.215 triliun.

 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

shopee Garena StartUp investasi startup startup perusahaan startup
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top