Oppo: Resesi AS Tak Pengaruhi Produksi Smartphone

Rahmi Yati
Jumat, 15 Juli 2022 | 19:18 WIB
Ilustrasi Oppo. /Dok. Istimewa
Ilustrasi Oppo. /Dok. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Oppo, produsen smartphone, menilai hingga saat ini belum terlihat dampak dari resesi Amerika Serikat (AS) terhadap industri telekomunikasi. Bahkan, perusahaan optimistis situasi ekonomi tersebut tak akan memengaruhi produksi.

PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto mengatakan investasi asing pun sesungguhnya lebih banyak masuk ke China dibandingkan dengan AS, sehingga sampai saat ini belum terasa seberapa besar dampaknya.

"Kalau di produksi sampai hari ini belum berdampak sama sekali, begitupun dengan operasional," kata Aryo Jumat (15/7/2022).

Dia menegaskan sedari awal Oppo telah melakukan kesepahaman untuk rantai suplai dari berbagai vendor agar dapat menyuplai komponen-komponen dari perangkat smartphone.

"Jadi tidak ada keraguan atau dampak yang terlihat dari resisi AS sampai saat ini," tegasnya.

Sebelumnya, potensi resesi AS diperkirakan berdampak luas pada banyak sektor. Salah satu yang sudah mulai terlihat adalah adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa sejumlah perusahaan rintisan atau startup.

Namun bukan saja startup, ketidakpastian ekonomi tersebut juga menjalar ke perusahaan teknologi. Induk Google Alphabet berencana memperlambat laju perekrutan karyawan hingga tahun depan.

Dalam pemberitahuan sebelumnya, induk Google mempekerjakan 10.000 pegawai sampai kuartal kedua. Akan tetapi karena kemajuan perekrutan yang dicapai sepanjang 2022, raksasa teknologi itu memutuskan akan memperlambat laju perekrutan untuk sisa tahun ini sambil tetap mendukung peluang terpenting.

Sementara itu Microsoft juga mengumumkan kebijakan PHK terhadap sekitar 1.800 karyawannya. Perusahaan mengumumkan penyesuaian peran dan grup bisnis setelah akhir tahun fiskal (per 30 Juni 2022).

Kebijakan PHK ini dilaporkan memengaruhi 1 persen dari total pegawai Microsoft, yang saat ini mencapai 180.000 orang. Namun, manajemen tidak menjelaskan secara spesifik kebijakan ini diterapkan pada regional atau divisi apa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmi Yati
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper