TikTok Bakal Awasi Ketat Pengguna di Bawah Umur, Ini Fitur Barunya

Rahmi Yati
Kamis, 14 Juli 2022 | 16:46 WIB
Logo aplikasi media sosial TikTok yang dikelola oleh ByteDance./Bloomberg-Brent Lewin
Logo aplikasi media sosial TikTok yang dikelola oleh ByteDance./Bloomberg-Brent Lewin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - TikTok, platform video pendek, bakal meluncurkan fitur baru 'Content Level' dalam waktu dekat sebagai upaya peningkatan keamanan bagi pengguna remaja dan di bawah umur.

Dilansir dari laman Engadget, Kamis (14/7/2022), fitur ini telah dikembanhkan sejak Februari. Perusahaan mengatakan fitur Content Level tersebut sudah siap dan akan diluncurkan dalam beberapa pekan mendatang.

"Fitur ini dimaksudkan untuk memfilter video dengan tema yang lebih dewasa terhadap pengguna remaja. Ini akan berlaku untuk video yang tidak melanggar aturan TikTok, tetapi mungkin tidak pantas untuk pengguna aplikasi yang lebih muda," kata TikTok.

Melalui fitur tersebut, pengguna berusia 13 hingga 17 tahun yang menemukan video berisi tema dewasa akan mendapatkan pemberitahuan bahwa konten tersebut dibatasi usia.

"Misalnya, ketika ada adegan fiksi yang mungkin terlalu menakutkan atau intens untuk pemirsa yang lebih muda, skor kedewasaan akan dialokasikan ke video. Ini dilakukan untuk mencegah pengguna di bawah 18 tahun menontonnya," tambah perusahaan.

Meski begitu, TikTok tidak menyebutkan bagaimana mereka akan menentukan skor kedewasaan tersebut, atau kriteria apa yang akan digunakan untuk mengklasifikasikan videonya.

Sejauh ini, TikTok mengatakan fitur ini masih "versi awal" dan mereka berencana untuk menambahkan kemampuan tambahan di masa mendatang.

Sebelumnya, eksekutif perusahaan mengatakan bahwa mereka juga ingin pengguna TikTok dapat memilih jenis konten apa yang mereka sukai. Sementara itu, aplikasi ini juga menambahkan cara baru untuk memfilter topik yang tidak diinginkan dari halaman "Untuk Anda".

Pembaruan lain yang juga diharapkan dalam beberapa pekan mendatang adalah fitur yang memungkinkan pengguna untuk membisukan kata-kata atau tagar tertentu yang tidak lagi ingin mereka lihat videonya.

TikTok juga menawarkan pembaruan pada aplikasinya untuk menghindari "pola berulang" yang berpotensi bermasalah dalam rekomendasi Untuk Anda.

Perusahaan sebelumnya mengatakan sedang menguji cara untuk menghindari membebani orang dengan banyak konten tentang topik yang berpotensi mengganggu, seperti kesehatan mental atau gangguan makan.

Sekarang, TikTok mengatakan percobaan awal tersebut telah berhasil, dan pengguna di Amerika Serikat cenderung tidak melihat banyak video tentang topik ini sekaligus. TikTok sekarang bekerja untuk membuat fitur ini tersedia di lebih banyak negara dan bahasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmi Yati
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper