Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sampangan Ekspor The Magic Box Pengolah Sampah ke Brasil

The Magic Box dapat mengubah semua jenis sampah menjadi produk yang bernilai lebih tinggi yang nantinya dapat diaplikasikan untuk ekonomi sirkular pada semua bidang, terutama bidang pertanian.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 27 Mei 2022  |  22:23 WIB
Sampangan Ekspor The Magic Box Pengolah Sampah ke Brasil
Magic Box karya Sampangan Indonesia - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sampangan Indonesia mengekspor teknologi karbonisasi untuk pertama kalinya pada 21 April 2022 ke Brasil.

Teknologi karbonisasi The Magic Box adalah teknologi milik Sampangan yang dipatenkan, dirancang, dan diproduksi di Indonesia. Kesempatan ini merupakan peluang emas bagi Sampangan untuk membuktikan bahwa teknologi unik dan inovatif The Magic Box tidak hanya mampu membantu menyelesaikan masalah sampah di Indonesia, namun juga dunia.

Muhammad Fauzal Rizki, Chief Executive Officer Sampangan Indonesia mengatakan The Magic Box dapat mengubah semua jenis sampah menjadi produk yang bernilai lebih tinggi yang nantinya dapat diaplikasikan untuk ekonomi sirkular pada semua bidang, terutama bidang pertanian.

The Magic Box adalah mesin pengolah sampah yang ramah lingkungan dan tidak menghasilkan emisi karena menggunakan teknologi karbonisasi.

The Magic Box menggunakan sistem modular yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 10 ton sampah per hari dan dapat ditingkatkan dengan mudah tergantung pada volume sampah yang akan diolah.

Sistemnya plug and play yang hanya membutuhkan 1 hingga 2 pekan pemasangan, juga membutuhkan biaya operasi yang rendah dalam hal tenaga kerja, pemeliharaan, dan listrik.

Kisah di balik kesempatan ini terjadi pada 2020 ketika Sampangan terpilih untuk mewakili Indonesia di Accelerate2030, program akselerator terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh Impact Hub Jenewa dan United Nations Development Programme (UNDP).

Selama Accelerate2030, Sampangan mengembangkan kemitraan dengan Solubio Brazil, yang bekerja menuju visi yang sama yakni mengurangi emisi dan bergerak menuju praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Mengutip dari Methane Global Pledge, “mengurangi emisi metana yang dihasilkan dari pertanian dan limbah merupakan strategi efektif untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5˚C, sekaligus menghasilkan manfaat tambahan termasuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan produktivitas pertanian”.

Selain itu, pertanian memiliki dampak yang jauh lebih besar dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan ketahanan pangan dibandingkan sektor ekonomi lainnya.

Fauzal mengutarakan alasan itulah yang mendorong Sampangan berkolaborasi dengan Solubio untuk mendirikan pilot project internasional pertama di Jatai dan Rio Verde, Brasil.

Dia menjelaskan The Magic Box akan dipasang di tempat pembuangan sampah pemerintah dan perkebunan untuk mengolah limbah mereka dan mengubahnya menjadi Sampangan Agriculture Solution (karbon aktif, pupuk organik, dan pestisida organik). Sampangan Agriculture Solution berpotensi diterapkan di lahan seluas 2 juta hektare di Solubio yang telah ditanami jagung, kedelai, dan tebu, dengan harapan perlahan menuju lahan pertanian regeneratif.

Menggunakan The Magic Box, limbah pertanian dapat diubah menjadi karbon aktif yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman, mengurangi penggunaan air hingga 50%, memperbaiki pH tanah, menciptakan habitat alami bagi mikroorganisme dengan jangkauan luas, dan lainnya; asap cair dapat digunakan sebagai pestisida organik, penghilang bau, fungisida, dan herbisida; dan karbon cair adalah pupuk organik.

Fauzal menambahkan Sampangan bertujuan mempercepat proses menciptakan ekonomi sirkular penuh di bidang pertanian dengan solusi-solusi tersebut.

“Dalam perjalanan menuju masa depan, Sampangan ingin mewujudkan zero waste world, di mana setiap sampah yang kita semua hasilkan diubah kembali menjadi produk ramah lingkungan yang tentunya memiliki nilai, hal ini dapat kita capai dengan inovasi, kolaborasi teknologi, dan model bisnis di tingkat nasional maupun internasional,” kata Fauzal melalui keterangan tertulis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top