Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Migrasi Siaran TV Digital Bikin Jumlah Pemirsa Susut, Ini Alasannya

Mastel menyebut migrasi siaran TV digital bisa membuat jumlah pemirsa susut.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 26 April 2022  |  15:47 WIB
Ilustrasi migrasi siaran TV digital.
Ilustrasi migrasi siaran TV digital.

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai bahwa proses migrasi TV analog ke digital (analog switch off/ASO) akan berdampak pada penurunan jumlah penonton atau pemirsa TV.

Hal serupa juga sebelumnya pernah diungkapkan oleh VP Corporate Secretary PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) Gilang Iskandar. Dia khawatir pemadaman siaran analog membuat jumlah penonton televisi berkurang sehingga diprediksi juga akan berpengaruh pada pemasukan iklan.

Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional (Mastel) Sigit Puspito Wigati Jarot mengatakan hal tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Namun begitu, ASO memang sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena target yang sekarang 2022 pun sudah mundur beberapa tahun dari rencana awal.

"Kekhawatiran turunnya jumlah pemirsa TV menjadi valid, karena beberapa alasan cukup banyak masyarakat yang tadinya bisa menikmati siaran analog, jadi tidak bisa menikmati siaran TV karena TV analognya sudah mati, sementara TV digitalnya belum bisa dinikmati," kata Sigit, Selasa (26/4/2022).

Menurut Sigit, pemerintah harus memikirkan cara bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Bila penyebabnya masyarakat tidak bisa menikmati siaran digital karena TV-nya masih analog, maka bisa dengan memberikan bantuan set top box bagi rumah tangga miskin atau imbauan untuk segera membeli bagi yang mampu.

Contoh lain, sambung dia, misalnya masyarakat tidak bisa menikmati siaran karena lemah sinyal. Untuk siaran analog, di area lemah sinyal biasanya gambar jadi buram dan banyak noise. Sedangkan untuk digital, jika sinyal sudah melewati batas minimal maka siarannya akan sangat jernih.

"Namun dibawah itu, sinyalnya tidak bisa diterima. Nah berapa banyak area yang dalam kondisi seperti ini, mungkin perlu didata untuk bisa segera diantisipasi," ucap Sigit.

Lebih lanjut dia berharap tantangan-tantangan teknis lainnya dapat dihadapi dan diselesaikan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sehingga tidak mengganggu agenda ASO yang sudah ditetapkan.

"Sebab dalam konteksi digitalisasi siaran TV, kita sudah lumayan tertinggal dari negara-negara lain. Maka tantangan sekarang adalah, bagaimana permasalahan yang muncul bisa tetap ditangani tanpa penundaan," imbuh dia.

Sebagai informasi, Kemenkominfo memastikan akan melakukan ASO tahap pertama mulai 30 April 2022. Masyarakat pun diajak segera beralih ke siaran TV digital untuk bisa menyaksikan siaran televisi.

Sementara untuk membantu masyarakat kurang mampu agar bisa tetap bisa menikmati siaran TV, Kemenkominfo dan penyelenggara multipleksing (mux) menyiapkan 3,2 juta set top box gratis yang telah mulai dibagikan sejak 15 Maret 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mastel migrasi siaran digital
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top