Ada Potensi 92 Persen Masyarakat Pakai Layanan Kesehatan Digital

Akbar Evandio
Rabu, 23 Februari 2022 | 08:26 WIB
Telemedicine
Telemedicine
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Medix Group, penyedia solusi manajemen medis global, mencatat terdapat 92 persen masyarakat Indonesia akan memanfaatan layanan kesehatan digital pada 2022

Berdasarkan survei Medix Medical Monitor Research masyarakat akan menggunakan aplikasi digital saat mencari saran dan perawatan medis.

CEO & Presiden Medix Sigal Atzmon menjabarkan, angka tersebut mengalami kenaikan yang signifikan dari 64 persen masyarakat yang menggunakan aplikasi digital sebelum pandemi Covid-19.

“Sebagai imbas dari ketakutan dan pembatasan sosial, 90 persen masyarakat mengatakan mereka akan mencari nasihat medis melalui konsultasi jarak jauh,” ujarnya melalui diskusi virtual, Selasa (22/2/2022).

Namun, dia melanjutkan survei perusahaan juga menemukan Pandemi Covid-19 sangat membebani kesehatan mental banyak masyarakat Indonesia.

Adapun, selain kekhawatiran tentang keselamatan dan trauma menghadapi penyakit serius dan kematian, jutaan orang Indonesia menghadapi kesulitan keuangan; efek kesehatan mental ini juga menjalar ke tempat kerja.

“Hampir satu dari tiga anak muda di Indonesia (29 persen) mengatakan mereka sering merasa depresi atau kurang tertarik untuk berpartisipasi [dalam sosial],” katanya

Selain itu, dia melanjutkan anggaran pemerintah untuk sektor kesehatan akan tetap menjadi prioritas pada 2022, sebab Pemerintah Indonesia menetapkan alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp255,3 triliun pada 2022, yang merupakan 9,4% dari APBN.

“Anggaran pemerintah untuk anggaran perawatan kesehatan yang mengalami pertumbuhan sebesar 8,6 persen CAGR dari 2017—2022, menunjukkan peningkatan permintaan akan layanan dan produk perawatan kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

Kendati demikian, Atzmon mengatakan saat ini modernisasi infrastruktur kesehatan Indonesia masih menjadi tantangan. Misalnya, salah satu isu utama adalah kurangnya sumber daya.

Salah satu metriknya, menurut data Bank Dunia, adalah rasio dokter terhadap populasi — hanya ada 0,4 dokter per 1.000 orang di Indonesia dibandingkan dengan 2 dokter di Cina, 1,5 di Malaysia, dan 2,3 di Singapura.

Selain itu, hanya 1,2 ada tempat tidur rumah sakit untuk 1.000 orang (dibandingkan dengan 4,3 tempat tidur di Cina, 1,9 di Malaysia, dan 2,5 di Singapura.

“Selain itu, Indonesia menghadapi tantangan geografis karena penduduknya tersebar di ribuan pulau terpencil [menyulitkan akses ke kesehatan], ditambah kekhawatiran akan transparansi data, dan kesenjangan dalam keterampilan dan standar internasional,” tutur Atzmon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Akbar Evandio
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper