Indef: Pendanaan eFishery Pacu Industri Agritech Nasional

Ahmad Thovan Sugandi
Jumat, 14 Januari 2022 | 07:27 WIB
Ilustrasi startup./olpreneur.com
Ilustrasi startup./olpreneur.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan pengamat ekonomi digital menilai pendanaan seri C yang diperoleh eFishery dapat memantik pertumbuhan industri agritech nasional.

Peneliti ekonomi digital Institut for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menyebut, pendanaan yang diperoleh perusahaan rintisan di sektor agritech, eFihery, dapat memantik gairah industri akuakultur berkembang lebih pesat.

"Nantnya bukan hanya layanan sektor jasa yang berkembang, tetapi sektor primer, seperti perikanan, ini dapat mendapatkan pendanaan yang jumlahnya cukup besar," ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Menurut Huda, sektor perikanan bisa juga terintegrasi dengan teknologi dan dapat membantu para petambak menaikkan jumlah produksinya.

Efishery yang berbentuk koperasi produksi dan pemasaran, menurut Huda, juga bisa meningkatkan minat masyarakat membuat koperasi yang serupa di berbagai daerah.

Menurutnya Indonesia sangat luas dan memiliki potensi sumber daya alam yang besar, sehingga sangat mendukung perkembangan agritech. "Bukan tidak mgkin ada unikorn dari sektor primer seperti perikanan ataupun produk pertanian lainnya," ujarnya.

Namun, menurut Huda, dalam kurun waktu 1-2 tahun ke depan masih cukup sulit bagi startup agritech untuk dapat mencapai status unikorn. Hal itu dikarenakan bisnis agritech relatif baru dan butuh waktu untuk lebih mengenalkan akuakultur atau agritech lainnya kepada masyarakat.

Tantangan yang harus dihadapi para startup, menurut Huda, adalah kesenjangan SDM dan infrastruktur digital antara masyarakat di perkotaan dan perdesaan. Petambak ataupun petani masih relatif jarang terjangkau informasi mengenai teknologi agritech tersebut.

Di sisi lain, Huda mengatakan sektor primer seperti agrikuktur akan tetap menarik bagi investor, selama permintaan akan barang yang diproduksi tetap ada. "Orang akan tetap membutuhkan udang ataupun ikan untuk makanan, sehingga kehadiran efishery ini membantu menambah produktivitas dari petambak dalam ekosistemnya," ujarnya.

Walaupun, menurutnya, perkembangan teknologi di sektor primer pasti akan lebih lambat. Namun keberhasilan efishery memperoleh investasi membuktikan sektor primer memiliki potensi pendanaan yang cerah ke depan.

Sebagai informasi, dikutip dari siaran pers pada Selasa (11/1/2022), perusahaan rintisan di sektor agritech, eFishery, mengumumkan pendanaan seri C senilai US$90 Juta, yang merupakan pendanaan terbesar di dunia yang diperoleh perusahaan rintisan di bidang teknologi akuakultur. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India, dengan partisipasi dari investor lainnya yaitu the Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners.

Sejak didirikan tahun 2013, ribuan smart feeders telah digunakan dan melayani lebih dari 30.000 pembudidaya dari 24 provinsi di Indonesia. Di puncak pandemi, eFishery meningkatkan jaringannya sepuluh kali lipat sejak Desember 2020, dan memperkuat adopsi layanan penjualan pakan serta ikan hasil budidaya.

Hingga saat ini, lebih dari 7.000 pembudidaya telah didukung oleh layanan ini, dengan total pinjaman yang disetujui melebihi 400 miliar rupiah. Selain itu, Fishery berambisi untuk mengakuisisi 1 juta pembudidaya dalam waktu 3-5 tahun ke depan.

Sejak pendanaan terakhirnya, eFishery telah meningkatkan jumlah karyawannya tiga kali lipat, dengan total karyawan saat ini mencapai lebih dari 900 orang. Perusahaan tersebut juga menargetkan untuk merekrut 1.000 karyawan baru tahun ini, tidak hanya untuk menciptakan dampak di industri akuakultur Indonesia, tetapi juga untuk menaklukkan pasokan akuakultur global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper