Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Center EDGE Hadirkan Latensi Rendah dan Tekan Ongkos Konektivitas

Perusahaan yang melakukan transformasi digital umumnya mengeluarkan biaya untuk teknologi informasi dan konektivitas. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  20:49 WIB
Gedung Pangkalan Data Edge1 - sumber: istimewa
Gedung Pangkalan Data Edge1 - sumber: istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kehadiran pangkalan data di pusat kota memiliki keunggulan dalam memangkas ongkos konektivitas dan mendukung layanan yang membutuhkan latensi rendah. 

CEO PT Ekagrata Data Gemilang (EDGE) Stephanus Oscar mengatakan perusahaan yang melakukan transformasi digital umumnya mengeluarkan biaya untuk teknologi informasi dan konektivitas. 

Biaya untuk jaringan konektivitas, sebut Oscar, sangat besar. Kehadiran EDGE1 - pangkalan data skala kecil dan sedang - di tengah kota dapat membantu perusahaan memangkas biaya konektivitas tersebut 

“Solusi konektivitas yang kaya dan latensi rendah maka bisa membantu semua perusahaan bisnis digital mengurangi biaya jaringan,” kata Oscar dalam konferensi virtual, Jumat (22/10/2021). 

Sekadar informasi, EDGE, anak perusahaan PT Indointernet Tbk. (Indonet) meluncurkan fasilitas pangkalan data pertamanya EDGE1 yang dilengkapi dengan daya 6,0 MW. 

Pangkalan data tersebut juga memiliki konfigurasi dual power (2N) untuk redundansi dan keandalan, memungkinkan konektivitas latensi rendah dan transfer data lebih cepat. 

Layanan EDGE1, klaim Oscar, juga dapat membuat pelanggan perseroan makin efisien karena dapat menghubungkan pangkalan data ke pangkalan data lainnya, pangkalan data ke komputasi awan dan ke bisnis-bisnis lainnya. 

“Dari pasokan listrik kami memiliki 2N, yang dapat menahan beban 100 persen jika salah satu mati sehingga tidak memberi dampak ke pelanggan” kata Oscar. 

Berdasarkan data Network Computing, ongkos yang dikeluarkan perusahaan saat pangkalan data mati per jamnya cukup besar. Untuk sektor penerbangan ongkos yang dikeluarkan per jam mencapai US$90.000. 

Kemudian untuk sektor telekomunikasi dan energi, ongkos per jam yang harus dikeluarkan akibat pangkalan data mati mencapai US$1,5 juta dan US$2 juta. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pusat data data center
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top