Tri-Indosat Merger, Proyek Jaringan 4G di Ratusan Desa Tetap Berjalan

Leo Dwi Jatmiko
Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:13 WIB
Aplikasi Bima yang disediakan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) untuk pelanggannya./dok. Tri Indonesia
Aplikasi Bima yang disediakan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) untuk pelanggannya./dok. Tri Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Konsolidasi PT Hutchison 3 Indonesia dan PT Indosat Tbk. (ISAT) akan membuat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Tanah Air makin merata.

Konsolidasi tidak membuat perluasan dan komitmen penggelaran Tri dan Indosat terhenti, justru menjadi bergabung dan makin baik.

Wakil Presiden Direktur PT Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah mengatakan pembangunan jaringan 4G LTE di 300 desa pada tahun depan merupakan bagian dari komitmen penggelaran jaringan Tri. Konsolidasi yang sedang mereka jalani dengan Indosat, tidak menghapus kewajiban kedua perusahaan dalam menggelar jaringan.

Sebagai gambaran, Tri Indonesia berkomitmen membangun 4G di 378 desa, sementara Indosat sekitar 600 desa. Penggabungan perusahaan tidak membuat komitmen dari salah satu perusahaan menghilang, justru bertambah.

“Komitmen keduanya digabung, tidak berkurang, karena program pemerintah sudah jelas,” kata Danny kepada Bisnis.com, Rabu (13/10/2021).

Konsolidasi Tri dan Indosat, kata Danny, akan menggabungkan hak dan kewajiban masing-masing perusahaan.

Dengan permodalan yang lebih kuat, kualitas dan pemerataan jaringan akan makin baik. Jumlah masyarakat yang terhubung dengan internet bakal makin banyak, yang berdampak pada percepatan transformasi digital.

Sebelumnya, PT Hutchison 3 Indonesia menargetkan membangun Base Transceiver Station (BTS) 4G di 300 desa terpencil pada tahun depan. Adapun pada 2021, perusahaan yang tengah melebur dengan PT Indosat Tbk. itu telah menyelesaikan pembangunan BTS 4G di 70 desa terpencil.

Chief Technical Officer 3 Indonesia Desmond Cheung mengatakan penyelesaian pembangunan BTS 4G di 70 desa terpencil terjadi lebih cepat dari target yang ditentukan.

“Kami akan terus menghadirkan jaringan 4G di lebih dari 300 desa terpencil lainnya pada tahun 2022,” kata Desmond.

Sementara itu, pada akhir September 2021, Indosat mengumumkan perluasan jaringan 4G/LTE di 124 desa terpencil.

Penggelaran jaringan tersebut merupakan bagian dari komitmen Indosat dalam mendukung program Pemerintah untuk memenuhi cakupan 4G di seluruh Indonesia. Rencananya hingga akhir 2022, Indosat akan menggelar layanan 4G di 645 desa terpencil lainnya.

Arief Musta'in, Director & Chief Strategy and Innovation Officer Indosat mengatakan melalui perluasan jaringan berkualitas video, indosat berharap dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.

“Jangkauan layanan 4G/LTE Indosat Ooredoo di 124 desa diharapkan dapat memberdayakan potensi masyarakat pedesaan di desa terpencil di seluruh Indonesia,” kata Arief.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper