Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SKKL Bifrost Masuk Tahap Survei Laut, Pembangunan Dikebut Tahun Depan

Proyek SKKL Bifrost telah memasuki tahap survei laut dan sedang dalam proses persiapan pembangunan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 29 September 2021  |  11:54 WIB
Ilustrasi kabel bawah laut - PCMag
Ilustrasi kabel bawah laut - PCMag

Bisnis.com, JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) menyatakan pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL) Bifrost berjalan sesuai rencana.

Konsorsium saat ini tengah melakukan survei laut untuk menetapkan rute SKKL yang akan terhubung langsung dengan Amerika Serikat tersebut.

CEO Telin Budi Satria Dharma Purba mengatakan seluruh proses pembangunan SKKL masih berjalan sesuai dengan rencana.

Setelah menandatangani joint build agreement dengan seluruh anggota konsorsium pada Maret 2021, saat ini SKKL Bifrost dalam proses persiapan pembangunan.

Konsorsium melakukan koordinasi intensif dengan Alcatel Submarine Network sebagai penyuplai, pemerintah setempat, dan pihak internal. Pembangunannya sendiri diawali dengan aktivitas survei rute laut yang dilaksanakan pada kuartal III/2021.

“Jika semua persyaratan perizinan telah terpenuhi maka penggelaran kabel laut akan dimulai pada 2022,” kata Budi kepada Bisnis.com, Rabu (29/9/2021).

Budi mengatakan SKKL Bifrost akan menghubungkan langsung Singapura ke Amerika Utara melalui Indonesia, sebagai jalur alternatif sistem kabel ke Amerika Utara.

Biasanya untuk menuju ke Amerika Utara, SKKL melewati Hong Kong dan Laut China Selatan.

Tidak hanya itu, konsorsium telah menunjuk Alcatel Submarine Networks (ASN) dimana teknologi yang digunakan telah menggunakan teknologi terbaik dan terkini.

Beberapa diantaranya adalah wire armoring atau lapisan pelindung serat optik pada kabel laut untuk melindungi kabel bawah laut dari gangguan akibat longsor di bawah laut, serta mechanical housing pada repeater dan branching unit untuk melindungi kabel laut terhadap temperatur bawah laut yang ekstrem.

“Kemampuan yang dihasilkan oleh teknologi tersebut menjadi upaya mitigasi jika terjadi gangguan dari faktor alam,” kata Budi.

Untuk ke depannya termasuk terkait badai matahari ekstrem, konsorsium dan mitra deployment SKKL terus melihat perkembangan dari para ahli dan akan melakukan penyesuaian yang diperlukan pada saat implementasinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabel bawah laut
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top