Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRIN: Pembuatan Teleskop Observatorium di NTT Segera Rampung

Pembuatan teleskop 3,8 meter untuk Observatorium Nasional Gunung Timau di Kupang, Nusa Tenggara Timur sudah 90 persen rampung.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 16 September 2021  |  13:55 WIB
Laksana Tri Handoko dilantik menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 28 April 2021 / Youtube Sekretariat Presiden
Laksana Tri Handoko dilantik menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 28 April 2021 / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan proses pembuatan teleskop 3,8 meter untuk Observatorium Nasional Gunung Timau di Kupang, Nusa Tenggara Timur sudah 90 persen rampung.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan proses pembuatan yang dilaksanakan di Jepang ini sudah hampir selesai dan akan segera dikirim ke Indonesia.

"Kemajuan pembuatan teleskop 3,8 meter yang dilaksanakan di Jepang telah mencapai 93,47 persen, dan siap dikirim ke Indonesia," ujarnya, Kamis (16/9/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan teleskop yang dibuat oleh Nishimura Co.Ltd. yang merupakan perusahaan dari Jepang ini menggunakan desain yang sama dengan yang ada di Okayama Obeservatory, yaitu Seimei Telescope.

Handoko mengatakan untuk pekerjaan pembangunan Gedung Teleskop (dome) pun sudah mencapai 92,63 persen persen yang akan digunakan sebagai bagian dari progres pengembangan observatorium nasional,

Sementara itu, fasilitas Gedung Pusat Sains dan Operasional Observatorium Nasional sudah terbangun 100 persen. Fasilitas tersebut terdiri dari Laboratorium Kendali I, II, dan III, dan Gedung Open Science Centre (OSC).

Fasilitas itu juga mencakup Gedung Teleskop Optik 50 cm, sarana dan prasarana pendukung observatorium nasional, Laboratorium Mekanik dan Laboratorium Pengamatan Antariksa di Timau. 

"Sudah diterbitkan surat rekomendasi teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat perihal penambahan biaya perbaikan gedung teleskop akibat badai Seroja beberapa waktu lalu,” ujar Handoko.

Menurutnya, dengan keberadaan observatorium nasional di Kupang, diharapkan wilayah itu menjadi tempat wisata langit yang pada gilirannya akan meningkatkan ekonomi di daerah sekitar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teleskop Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top